Page 34 - Linguistik Forensik
P. 34

3.1.1  Bahasa Tulis sebagai Kajian Linguistik Forensik

                      Bahasa tulis merupakan betuk bahasa yang ditulis dalam bentuk
               teks sebagai penyampaian informasi, argue dan sebagainya. Teks sebagai

               bahasa  yang  sedang  menjalankan  fungsi  sosial  tentu  memiliki  tujuan

               sosial dan karenanya dapat menjadi tuntunan dalam mengungkap tujuan
               tindak kejahatan verbal yang dilakukan. Satuan bahasa yang disebut teks

               atau  wacana  merupakan  satuan  bahasa  terkecil  yang  mengandung

               makna/pesan yang lengkap Memang satuan kata, misalnya “meja, pergi”

               dan  lain-lain.  atau  satuan  kalimat:  “Nenek  membeli  sebuah  vas,”
               memiliki  makna  tetapi  makna  yang  dikandung  satuan  tersebut  masih

               belum lengkap. Kebelumlengkapan makna pada satuan itu, karena masih

               memunculkan  pertanyaan,  misalnya  tentang  kata  “vas”  masih  bisa

               memerlukan informasi lanjutan yang terkait denganya, seperti: mengapa
               vas, untuk apa vas itu, siapa yang memelukan meja itu? dan seterusnya.

               Begitu  pula  dengan  satuan  kalimat:  “Nenek  membeli  vas”,  masih

               memerlukan  informasi  lanjutan,  seperti:  di  mana,  untuk  apa  Nenek
               membeli sebuah vas? Berbeda dengan teks. Di samping teks itu memiliki

               struktur  berpikir/struktur  teks,  terutama  teks  tunggal,  yang  bersifat

               generik, juga kehadiran teks memiliki konteks sosial dan konteks budaya
               yang  dapat  digunakan  untuk  menjelaskan  pesan/makna  yang

               dikandung sebuah teks.

                      Analisis teks mencakupi semua unti kenahasaan yang membentuk

               teks itu sendiri, mulai dari tataran bunti (untuk teks lisan), huruf (teks
               tulis),  kata/leksikon,  kelompok  kata,  satuan  gramatis,  frasa,  kalimat,

               paragraf, sampai teks. Oleh karena itu, dengan menjadikan basis analisis

               linguistik  forensik  pada  teks,  berarti  keseluruhan  tataran  itu  harus




                                                     26
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39