Page 47 - Linguistik Forensik
P. 47

5.  Analisis Semantik

                         Analisis semantik berfokus pada makna kata-kata dan frasa. Hal
                    ini  dapat  membantu  para  ahli  linguistik  forensik  untuk

                    mengidentifikasi ambiguitas atau kontradiksi dalam teks. Contoh:

                    a.  Menganalisis definisi kata-kata dalam kamus untuk memastikan

                        bahwa kata-kata tersebut digunakan dengan benar.
                    b.  Menganalisis  hubungan  antara  kata-kata  dan  frasa  dalam  teks

                        untuk mengidentifikasi makna tersembunyi.


                       Sesuai  dengan  lingkup  aspek  kajian  linguistik  forensik,  sebagai

               kajian yang menerapkan prinsip-prinsip ilmiah terhadap sampel bahasa

               untuk tujuan penegakan hukum, maka metode yang digunakan dalam

               tahap  analisis  menyangkut  metode  yang  digunakan  untuk:  (a)
               mengeksplanasi profil pelaku tindak kejahatan, (b) mengeksplanasi jenis

               atau  bentuk  tindak  kejahatan,  dan  (c)  mengeksplanasi  cara  tindak

               kejahatan  dilakukan.  Sesuai  dengan  prinsip  dasar  linguistik  forensik,
               yaitu analisis sampel kebahasaan untuk tujuan penegakan hukum, maka

               metode  dan  teknik  dalam  kajian  linguistik  baik  itu  linguistik  mikro

               maupun linguistik makro (antardisiplin) dapat digunakan.
                       Mengingat  bahwa  hakikat  analisis,  dalam  bidang  ilmu  apa  pun

               termasuk  analisis  dalam  bidang  linguistik,  adalah  membandingkan,

               maka metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan.

               Dalam  kaitan  ini,  terdapat  dua  metode  padan  yang  digunakan,  yaitu
               metode  padan  intralingual  dan  metode  pada  ekstralingual.  Metode

               padan      intralingual    adalah     metode      analisis    dengan     cara

               menghubungbandingkan  unsur-unsur  yang  bersifat  lingual  baik  yang

               terdapat dalam satu bahasa maupun dalam bahasa yang berbeda, sedang

                                                     39
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52