Page 51 - Linguistik Forensik
P. 51

mikro atau linguistik makro/antarbidang. Untuk bidang linguistik

                       mikro dari yang paling rendah tatarannya, yaitu tataran bunyi atau
                       grafem,  morfologi,  leksikon,  sintaksis,  semantik  sampai  tataran

                       teks.  Termasuk  ke  dalam  linguistik  mikro  ini  adalah  linguistik

                       diakronis: dialektologi dan linguistik historis komparatif. Adapun
                       yang  termasuk  linguistik  antarbidang,  misalnya  soisolinguistik,

                       dengan  aspek-aspek  yang  menjadi  perhatiannya  tertuju  pada

                       aspek sosial bahasa, seperti ragam baku/nonbaku, terdidik/tidak

                       terdidik, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial dan lain-lain.
                   2)  Melakukan  analisis  sesuai  kaidah  ilmiah  untuk  analisis  aspek

                       kebahasaan  seperti:  (a)  analisis  bunyi  menggunakan  analisis

                       fonetis,  (b)  analisis  morfologis  menggunakan  analisis  untuk

                       melihat kecendrungan menggunakan bentuk morfem tertentu, (c)
                       analisis sintaksis untuk membuat segmentasi unsur-unsur kalimat

                       yang menjadi tempat pernyataan yang diduga mengandung unsur

                       tindak  kejahatan  sehingga  dapat  ditentukan  apakah  unsur  itu
                       merupakan  unsur  yang  dipentingkan  atau  tidak,  (d)  analisis

                       semantik  atas  unsur  yang  diduga  mengandung  makna  tindak

                       kejahatan  yang  diduga  terkandung  dalam  teks  itu,  dan  (e)
                       melakukan       analisis     tekstual     dalam      arti     melihat

                       interrelasi/hubungan  antara  satuan  yang  diduga  mengandung

                       unsur  tindak  kejahatan  dengan  satuan  lain  dalam  keselurahan

                       teks.
                   3)  Menciptakan data padanan baru dengan berbagai teknik lanjutan

                       dari  teknik  dasar  agih  untuk  memperjelas  kandungan  makna

                       tindak kejahatan yang diduga terdapat dalam teks tersebut;




                                                     43
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56