Page 54 - Linguistik Forensik
P. 54
kebahasaan yang digunakan untuk menyatakan gagasan-gagasan orang
yang memproduksi teks (Mahsun, 2018:42).
Tata bahasa dianggap sebagai suatu sistem yang menggabungkan
atau menyatukan unsur-unsur yang terpisah/terisolasi satu sama lain
dengan prinsip “menciptakan kegunaan yang tidak terbatas dari sarana
yang terbatas”, sehingga bahasa melalui tata bahasanya memiliki
kesamaan dengan gen. Sementara itu, sesuai dengan hakikat bahasa
sebagai alat komunikasi yang unsur dasar pembentuknya adalah unsur
bentuk dan unsur makna, meliputi fungsi, kesatuan atau bentuk bahasa
yang memiliki makna utuh dan memiliki fungsi/tujuan sosial adalah
satuan bahasa yang berupa teks. Dengan demikian, Mahsun (2018:52)
menyebutkan bahwa satuan bahasa yang berupa teks dapat dianalogikan
sama dengan gen atau DNA.
Mahsun (2018:118) memaparkan langkah-langkah utama dalam
analisis linguistik forensik berbasis teks dengan memandang teks dalam
analogi DNA, sebagai berikut:
1. Pastikan teks yang menjadi sampel bukti kebahasaan merupakan
hasil kreasi pelaku sendiri dan bukan hasil karya bersama pihak
lain,
2. Transkripsikan sampel bukti kebahasaan, jika itu adalah sampel
bahasa lisan gunakan transkripsi fonetis,
3. Identifikasi gagasan pokok dan penjelasan setiap gagasan pokok
dalam sampel bahasa tekstual,
4. Temukan salah satu gagasan pokok (termasuk gagasan penjelasan)
yang dapat menjadi gagasan inti atau gagasan sentral yang dapat
menghubungkan keseluruhan gagasan utama (termasuk gagasan
46