Page 57 - Linguistik Forensik
P. 57

BAB V
                       LINGUISTIK FORENSIK DAN KAITANNYA DENGAN
                                         PENEGAKAN HUKUM


               5.1 Sumbangan Linguistik Forensik dalam Penegakan Hukum
                       Disiplin   hukum      tidak    dapat    berjalan    sendiri.   Dalam

               penerapannya, ilmu hukum mempunyai kaitan yang erat dengan ilmu-

               ilmu  lain,  seperti  ilmu  linguistik  yang  mempunyai  peranan  penting
               dalam penafsiran hukum dan bahasa sebagai sarana pembuktian hukum

               secara fisik. Persimpangan antara ilmu hukum dan linguistik membentuk

               suatu cabang ilmu yang disebut sebagai “linguistik forensik”.

                       Kajian linguistik forensik menghubungkan hukum dengan bahasa
               seperti yang diungkapkan oleh Gibbons (2007) bahwa ketika seseorang

               berusaha  memahami  tanda-tanda  yang  ditemuinya  ketika  membaca

               suatu ketentuan perundang-undangan atau dokumen hukum, maka yang
               bersangkutan terlibat dalam aktivitas kebahasaan dan berpikir. Dengan

               demikian dapat dipahami bahwa apabila seseorang berhadapan dengan

               bahan-bahan hukum, tentu saja orang tersebut dengan sendirinya sudah

               berhubungan  dengan  yang  namanya  bahasa,  kegiatan  berpikir,  dan
               hukum.

                       Dalam  proses  berkembangnya  berbagai  perkara  hukum,  baik

               dalam  ranah  pidana  maupun  perdata,  diperlukan  kontribusi  atau
               kehadiran  para  ahli  bahasa  sebagai  pakar  dalam  mendeteksi  berbagai

               kasus  hukum,  seperti  pencemaran  nama  baik  dan  persoalan  korupsi.

               Subyantoro (2019:41) menyampaikan apabila selama ini investigasi atas
               sebuah kasus hukum lebih banyak ditumpukan pada hasil penyidikan

               maupun  penyelidikan  pada  aspek  tertentu,  barangkali  sudah  saatnya

               kehadiran linguistik forensik dapat menjadi salah satu aspek penunjang

                                                     49
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62