Page 53 - Linguistik Forensik
P. 53
mengetahui tingkat keterencanaan pelaku dalam memproduksi
teks dan sekaligus menuntun pada keterencanaan tindak
kejahatan verbal itu dilakukan;
5) Analisis tujuan sosial teks yang diciptakan pelaku, karena dari
sudut pandang semiotika sosial, bahwa setiap teks merupakan
suatu proses sosial yang memiliki tujuan sosial. Apabila
memungkinkan dan memang tersedia sampel untuk itu dilakukan
analisis intertekstual untuk melihat keseringan pelaku melakukan
tindak kejahatan verbal yang sama, sehingga menggambarkan
intensitas dan kelebih-pentingannya tindak kejahatan itu bagi si
pelaku.
4.4 Langkah Analisis Linguistik Forensik Berbasis Teks dalam Analogi
DNA
Teori linguistik forensik menerapkan teori yang mengandung
suatu peristiwa kebahasaan yang termasuk dalam kejahatan berbahasa
yang dapat menimbulkan akibat hukum, baik berupa produk hukum,
interaksi dalam proses hukum maupun interaksi antar individu yang
mengakibatkan timbulnya sebuah proses hukum tertentu. Mengapa
kajian linguistik forensik mendasarkan diri pada kajian berbasis teks? Hal
ini dikarenakan adanya struktur generik serta konteks sosial dan konteks
budaya yang mendasari lahirnya sebuah teks juga dapat menjadi
indikator untuk mengeksplanasi tujuan sosial, yang dalam hal itu tujuan
tindak kejahatan verbal yang tercermin dalam teks. Hal itu dimaksudkan,
bahwa untuk mengisi struktur berpikir teks yang hadir karena konteks
sosial dan budaya tertentu tersebut memerlukan keseriusan,
keterencanaan dalam memilih gagasan-gagasan serta piranti-piranti
45