Page 49 - Linguistik Forensik
P. 49

1.  Analisis Data dengan Tujuan Mengeksplanasi Profil Pelaku Tindak

                   Kejahatan
                         Linguistik forensik tradisional dimaknai sebagai kerja analisis

                   bukti  kebahasaan  yang  dianalog  dengan  sidik  jari  pada  forensik

                   fingerprint,  sehingga  linguistik  forensik  diidentikkan  dengan  sidik

                   bahasa. Oleh karena sidik jari dilakukan untuk menganalisis pelaku
                   tindak  kejahatan,  maka  linguistik  forensik  pun  dimaknai  sebagai

                   upaya memanfaatkan analisis linguistik untuk mengeksplanasi profil

                   pelaku  tindak  kejahatan.  Oleh  karena  itu,  motode-metode  analisis
                   linguistik forensik dilakukan melalui tahapan-tahapan:

                   1)  Menemukan satuan bahasa yang dapat menjadi titik masuk yang

                       dapat memberikan arah bagi penggambaran profil pelaku. Satuan

                       bahasa  itu,  dapat  menyangkut  aspek  linguistik  yang  berbungan
                       dengan linguistik mikro atau linguisti makro/antarbidang. Untuk

                       bidang linguistik mikro dari yang paling rendah tatarannya, yaitu

                       tataran bunyi atau grafem, morfologi, leksikon, sintaksis, semantik
                       sampai  tataran  teks.  Termasuk  ke  dalam  linguistik  mikro  ini

                       adalah  linguistik  diakronis:  dialektologi  dan  linguistik  historis

                       kmparatif.  Adapun  yang  termasuk  linguistik  antarbidang,
                       misalnya  soisolinguistik,  dengan  aspek-aspek  yang  menjadi

                       perhatiannya  tertuju  pada  aspek  sosial  bahasa,  seperti  ragam

                       baku/nonbaku, terdidik/tidak terdidik, jenis kelamin, pekerjaan,

                       status sosial dan lain-lain.;
                   2)  Membandingkan  antara  sampel  bukti  kebahasaan,  biasanya

                       bersifat anonim/tidak bertuan, dengan sampel bukti kebahasaan

                       yang  terketahui/bertuan  yang  tidak  lain  pelaku  yang  diduga

                       melakukan tindak kejahatan;

                                                     41
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54