Page 61 - Linguistik Forensik
P. 61
hukum kita harus memilih apakah akan menggunakan istilah ‘serikat
pekerja’ atau ‘serikat buruh’ sewaktu menyusun peraturan di bidang
ketenagakerjaan (Shidarta, 2015).
Karakteristik bahasa hukum Indonesia terletak pada terminologi,
struktur, gaya bahasa khusus, dan kandungan makna khusus. Bahasa
hukum yang kita gunakan saat ini masih mengikuti tatanan lama, masih
banyak semantik yang belum lengkap baik dari segi kata, bentuk dan
struktur kalimatnya, serta masih terdapat istilah-istilah yang belum baku
dan belum jelas.
Mempelajari prinsip dan kaidah bahasa Indonesia bagi para pakar
hukum bertujuan untuk mengatasi ketidaksempurnaan dalam
menggunakan bahasa hukum untuk berbicara atau mengemukakan
pendapat tentang hukum. Disamping itu harus diperhatikan dan diingat
bahwa bahasa hukum itu memiliki sifat-sifat yang khusus yang bagi
orang awam tidak mudah dipahami. Kekhususan sifat hukum ada
kalanya menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang umum dalam
bahasa Indonesia, misalnya:
1. Sebagaimana dikemukakan Soerjono Seokanto, apabila ada kalimat
yang berbunyi “Badu memukul Tatang, maka menurut ketentuan
ilmu bahasa “Badu” Badu adalah subyek, memukul adalah predikat
dan “Tatang” adalah obyek dari kalimat tersebut. Tetapi di dalam
kalimat ilmu hukum “tatang itu tidak mungkin menjadi obyek,
tetapi ia adalah subyek (hukum) oleh karena ia adalah manusia. Di
dalam ilmu hukum hanyalah benda atau yang bukan subyek hukum
yang menjadi obyek hukum”.
53