Page 63 - Linguistik Forensik
P. 63
dipengaruhi baik oleh bahasa maupun oleh hukum. Sebagaimana
diketahui, hukum merupakan sarana untuk menciptakan ketertiban dan
keteraturan sosial dalam masyarakat. Ketentuan hukum sebagian besar
dibentuk melalui bahasa, khususnya bahasa hukum (Jumadi, 2016:55).
5.3 Peran Linguis sebagai Saksi Ahli dalam Persidangan
Ahli bahasa atau linguis adalah seseorang yang mempelajari ilmu
bahasa dengan kajian ilmiah secara mendalam. Seorang ahli bahasa
mempelajari banyak aspek tentang bahasa manusia, termasuk bunyi
(fonetik dan fonologi), kata (morfologi), kalimat (sintaksis), dan makna
(semantik dan pragmatik). Kemudian, aspek lain yang juga sangat
penting dikuasai seorang linguis dan memiliki tingkatan tertinggi dalam
hierarki linguistik adalah wacana (analisis wacana). Oleh karena itu,
keterlibatan linguis dalam peristiwa hukum menjadi sangat penting
untuk menegakkan hukum. Hal ini dilakukan agar kasus hukum dalam
persidangan yang ditangani dapat sesuai dengan pasal yang menjadi
landasan hukumnya, dengan demikian keadilan dapat ditegakkan.
Sebagai saksi ahli, seorang linguis terikat pada etika tertentu.
Ainsworth (2010) mengidentifikasikan beberapa etika yang harus
diperhatikan oleh seorang saksi ahli linguistik forensik sebagai berikut;
a. Pertama, saksi ahli dapat memberikan kesaksian pada salah satu
pihak yang memiliki permasalahan, maupun pada pihak lainnya.
Acuan yang harus dipegang adalah ahli hanya bertugas secara loyal
untuk keilmuannya. Hal ini berbeda dengan pengacara yang loyal
pada kliennya karena telah terjadi proses dikusi pembayaran jasa
sebagai pengacara.
55