Page 4 - KATALOG PRODUK
P. 4
KULINER
Ndaqies
EVELINDA BUDI SUSANA
Bandung, 24 Mei 1971
@Ndaqies
Ndaqies@gmail.com
Ibu Evalinda merupakan salah seorang pegawai di
perusahaan tex le sudah lebih dari 20 tahun, Ibu Evalinda Jln. Ciroyom IV No. 232/26
memiliki usaha sampingan yaitu membuat kue kering yang RT 04 RW 08
I bu Evalinda mencoba untuk bertahan dengan
diproduksi secara rumahan. Pada suatu saat ibu Evalinda
memutuskan untuk berhen dari pekerjaannya. Ibu Evalinda produksi produk lain berupa kue kering pada saat lebaran.
mengiku pelaha han tentang pembuatan kemasan produk, Dengan penuh semangat dan dak putus asa ibu Evalinda
namun terkendala dengan proses produksi kue kering yang tetap menjalankan usahanya dan mendapatkan bantuan-
cukup lama sehingga ibu Evalinda memutuskan untuk bantuan berupa uang tunai yang digunakan untuk sun kan
membuat bolu tape (peyeum). Tanpa disangka produk
modal dan pembembelian bahan baku sehingga produksi
dadakan tersebut mendapatkan respon yang baik dari pihak
bolu tape singkong (peyeum) bisa kembali diproduksi
penyelenggara acara.
sampai dengan saat ini.
Momen tersebut menjadi suatu kesempatan untuk ibu
Peran Dinas KUKM Kota Bandung dan beberapa
Evalinda, sehingga ibu Evalinda memutuskan untuk membuat
brand Ndaqies. Selama ini ibu Evalinda memproduksi produk lembaga lainnya menjadi pendorong dan mo vasi bagi
tersebut dirumah dengan tagline “Karaos peyeumna” brand Ndaqies, selain daripada itu Dinas KUKM Kota
membuk kan bahwa citarasa tape singkong (peyeum) dapat Bandung membantu legalitas usaha Ndaqies dan selalu
dikemas dan diproduksi menjadi kue bolu yang berkualitas melibatkan Ndaqies dalam kegiatan-kegiatan yang
serta dapat diterima oleh masyarakat.
bermanfaat.
Produk ini selain dipasarkan dari mulut ke mulut, ibu
Ibu Evalinda berharap agar teman-teman UMKM di
Evalinda memasarkan juga ke beberapa toko di kawasan wisata
Kota Bandung untuk tetap berkarya dan op mis dalam
dan rest area. Omset yang diperoleh dirasakan cukup baik pada
menghadapi pandemi. Semoga seluruh warga Bandung
tahun 2019 sampai tahun 2020 dan mendapatkan banyak
pesanan dari pelanggan dan toko-toko, namun mengalami mencintai, membela dan membeli produk buatan lokal.
penurunan dimasa pandemi sampai produk dikembalikan oleh
1.

