Page 5 - KATALOG PRODUK
P. 5

KULINER




     KANG EME























                                                                                    SRI MULYATI



                                                                                  Garut, 18 Januari 1991

                                                                                  @Kangeme_produk
               Keripik Kang Eme merupakan salah satu produk UKM
        di  bawah  pembinaan  dari  Dinas  Koperasi  dan  UKM  Kota               tatangherna0@gmail.com
        Bandung. Pada awalnya Sri Mulya  pemilik brand ini hanya
        miliki modal sebesar Rp. 130.000,- (Seratus Tiga Puluh Ribu               Kiaracondong Barat, RT 05
                                                                                  RW 07 kelurahan, Kebon
        Rupiah),  beliau dan  saudaranya  melakukan  sebuah  diskusi
                                                                                  Gedang, kecamatan
        untuk  membuat  suatu  produk  yang  dapat  menghasilkan                  Batununggal, Bandung.
        pundi-pundi rupiah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.                                                                       Sebelum  benar-benar  mendapatkan  resep
                                                                                                                             yang  cocok,  Ia  merasa  terbantu  sekali  dengan
               Berawal  dari  nasihat  suaminya  bahwa  “Kalau  mau
                                                                                                                             menjadi wirausaha atas binaan Dinas Koperasi dan
        sehat, harus mau makan yang pahit-pahit”. Pada saat itu ia
                                                                                                                             Usaha Kecil dan Menengah Kota Bandung. Berkat
        menemukan  sebuah  ide  untuk  membuat  suatu  makanan
                                                                                                                             pela han  dan  pendampingan  tersebut,  saya  bisa
        yang berbahan baku pahit yang banyak orang enggan untuk
                                                                                                                             mendapatkan  banyak  pelajaran  untuk  bagaimana
        memakannya. “Nah kebetulan suami saya itu senang sekali
                                                                                                                             menjadi  seorang  wirausaha.  Sri  juga  banyak
        dengan yang namanya pare, se ap beli siomay pas  dia selalu
                                                                                                                             bertemu dengan orang - orang yang baik yang mau
        beli pare nya aja”. Dari situ saya terpikir mengapa saya  dak
                                                                                                                             untuk membimbingnya hingga saat ini.
        menciptakan produk dengan berbahan dasar pare. Setelah
                                                                                                                                     Selain  mendapatkan  pendampingan  dan
        itu Sri mulai mencoba untuk membuat kripik pare.
                                                                                                                             pela han,  dinas  juga  membantunya  selaku  UKM
               Dengan  pencarian  resep  di  internet  dan  beberapa
                                                                                                                             untuk  terus  menerus  berkembang.  Salah  satunya
        media sosial, Sri memulai eksperimen untuk membuat kripik
                                                                                                                             melalui pemberian bantuan berupa uang tunai atau
        pare. “eksperimen yang saya lakukan selalu gagal karena saya
                                                                                                                             barang  yang  dapat  di  gunakan  untuk  menunjang
        bener-bener  engga  tau  cara  mengolahnya  pare  itu
                                                                                                                             sebuah  usaha.  “kemarin  alhamdulillah  saya
        bagaimana.”  Bagaimanapun  rasa  keripik  pare  dari  hasil
                                                                                                                             mendapat bantuan uang tunai, sehingga saya dapat
        eksperimen  itu  Sri  selalu  menjualkan  kepada  orang-orang
                                                                                                                             membeli peralatan seper  mesin pemotong, sealer
        sekitar karena Ia butuh modal untuk terus bereksperimen
                                                                                                                             dan etalase” tuturnya.
        kembali. Dari beberapa kali kegagalan yang ia alami, akhirnya

        Sri menemukan resep yang cocok untuk keripik pare ini.

                                                                                                                                                                                                                                   2.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10