Page 5 - E-BOOK_HKI
P. 5
BAB I
KEANEKARAGAMAN HAYATI
1. Pengertian Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati merupakan pernyataan mengenai berbagai macam
(variasi) bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang terdapat pada berbagai tingkatan
makhluk hidup.
Menurut UU No. 5 tahun 1994, keanekaragaman hayati merupakan
keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber, termasuk di antaranya
daratan, lautan, dan ekosistem akuatik (perairan) lainnya, serta komplek-komplek
Ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman
dalam spesies, antara spesies dengan ekosistem. Berdasarkan definisi dari undang-
undang tersebut, keanekaragaman hayati terdiri atas tiga tingkatan, yaitu
keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.
2. Tingkat Keanekaragaman Hayati
1) Keanekaragaman Tingkat Genetik (Gen)
Gen merupakan faktor pembawa sifat keturunan yang terdapat dalam
kromosom. Setiap susunan gen akan memberikan penampakan (fenotipe), baik
anatomi maupun fisiologi pada setiap organisme. Perbedaan susunan gen akan
menyebabkan perbedaan penampakan baik satu sifat atau secara keseluruhan.
Perbedaan tersebut akan menghasilkan variasi pada suatu spesies. Hal ini
disebabkan adanya keanekaragaman gen atau struktur gen pada setiap organisme.
Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu
jenis (spesies). misalnya:
a. Variasi jenis kelapa: kelapa gading, kelapa hijau, kelapa kopyor.
b. Variasi jenis padi: IR, PB, Rojolele, Sedani, Barito, Delangu, Bumiayu, dan
sebagainya .
c. Variasi jenis anjing: anjing bulldog, doberman, Collie, herder, anjing kampung,
dan sebagainya .
d. Variasi jenis bunga mawar: Rosa gallica, Rosa damascene, Rosa canina.
e. Allium ascolicum (bawang merah), Allium sativum (bawang putih), Allium
fistulosum (locang).
Yang menyebabkan terjadinya variasi dalam satu jenis (fenotif) adalah faktor
gen ( genotif ) dan faktor lingkungan ( environment ), sehingga dapat dituliskan
rumus berikut :
F = G + L
L
F = Fenotip (sifat yang tampak) = Lingkungan
G = Genotif (sifat yang tidak tampak - dalam gen)
1