Page 10 - E-BOOK_HKI
P. 10

BAB II
                             KEANEKARAGAMAN HAYATI PERAIRAN INDONESIA



                1. Hutan Mangrove

                      Hutan mangrove dikenal dengan nama hutan bakau. Hutan bakau ini biasanya hanya
                    ditemukan di pantai-pantai daerah tropis serta subtropis. Semua komunitas hutan bakau
                    dapat hidup di lingkungan air payau hingga air asin (halofit). Tingkat salinitas air payau
                    sekitar 2-22 ppm, sedangkan pada air asin sekitar 38 ppm.
                       Kawasan Mangrove Wonorejo merupakan bagian dari kawasan konservasi yang ada di
                    kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Kawasan ini terletak di bagian timur Kota
                    Surabaya dan berbatasan langsung dengan Selat Madura dengan luas kurang lebih 200
                    hektar. Kawasan ini merupakan lahan basah yang didominasi oleh hutan mangrove serta
                    tambak  tradisional  yang  menyimpan  potensi  keanekaragaman  tinggi  (Akhadah  et.al.,
                    2019)
                       Keanekaragaman fauna yang ada pada hutan bakau ini cukup tinggi yakni yang terdiri
                    dari  hewan  akuatik  (udang,  ikan,  kerang,  dan  kepiting)  dan  hewan  terestrial  (insekta,
                    burung, monyet, ular, babi liar dan kelelawar).
                      Indonesia  mempunyai  kawasan  hutan  bakau  yang  luas  di  dunia,  namun  kini  luas
                    tersebut telah menyusut yang diakibatkan oleh dibangunnya pemukiman warga, pertanian
                    serta  pertambakan.  Padahal  hutan  bakau  ini  mempunyai  fungsi  yang  sangat  penting
                    sebagai penyangga ekosistem laut dan daratan. Secara fisik hutan bakau berperan untuk
                    menjaga garis pantai, melindungi dari gelombang dan arus, mempercepat pembentukan
                    lahan baru, mendaur ulang unsur penting (seperti, sulfur dan nitrogen), pelindung tepi
                    sungai  maupun  pantai.  Secara  biologis  hutan  bakau  berperan  sebagai  tempat
                    berkembangbiak beberapa spesies ikan, udang dan binatang lainnya serta menjadi tempat
                    berlindung bagi sebagian besar spesies burung. Hutan bakau ini juga memiliki berperan
                    dalam akuakultur, sebagai tempat rekreasi dan penghasil kayu.






















                      Sumber : Pemerintah Kota Surabaya Dinas Lingkungan Hidup (Survey Analisa Vegetasi Mangrove), 2018
                                         Gambar 2.1 Hutan Mangrove Wonorejo

                                                                                                        6
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15