Page 22 - 5f871381b4cd9c6426e115cd17c3ac43
P. 22

xxii |  Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2014

                     yang memiliki endemisitas tertinggi di dunia.     Pengelolaan koleksi referensi keaneka-
                     Jenis fauna endemik Indonesia berjumlah       ragaman jenis Indonesia sudah dirintis
                     masing-masing 270 jenis mamalia, 386 jenis    sejak zaman penjajahan Belanda sekitar
                     burung, 328 jenis reptil, 204 jenis amphibia,   tahun 1800-an. Koleksi sebagai referensi
                     dan 280 jenis ikan. Tingkat endemisitas flora   ilmiah digunakan untuk menunjang ber-
                     Indonesia tercatat antara 40–50% dari total   bagai cabang penelitian keanekaragaman
                     jenis flora pada setiap pulau kecuali pulau   hayati mulai dari penelitian taksonomi, bio-
                     Sumatra yang endemisitasnya diperkirakan      logi molekuler hingga bioteknologi. Koleksi
                     hanya 23%.                                      referensi disimpan dalam bentuk spesimen
                                                                   mati atau spesimen hidup. Spesimen mati
                         Keanekaragaman ekosistem Indonesia
                     sangat menakjubkan dan diketahui sekitar 74   yang digunakan sebagai spesimen acuan
                     tipe vegetasi membentuk formasi satu dengan   antara lain adalah spesimen museum (berupa
                     yang lain sehingga sangat kompleks. Variasi   spesimen utuh, tengkorak, sarang burung,
                     ekosistem tersebut menunjukkan bahwa setiap   telur, kulit, DNA darah, hati, rambut, bulu,
                     ekosistem kaya akan kekaya-an jumlah jenis    dan serangga), spesimen herbarium kering,
                     flora dan fauna. Pendataan ekosistem alami    herbarium basah, dan fosil. Sementara itu,
                     telah dilakukan dan diuraikan  mulai dari     spesimen hidup seperti biji, kultur, tumbuh an
                     ekosistem marin (laut dalam, laut dangkal,    hidup, dan hewan hidup dipelihara di lem-
                     terumbu karang, dan padang lamun), limnik     baga konservasi ex situ. Spesimen fauna mati
                     (danau dan sungai), semiterestrial (mangrove   disimpan di Koleksi Referensi Nasional, yaitu
                     dan riparian), dan ekosistem terestrial (pan-  Museum Zoologicum Bogoriense-LIPI, yang
                     tai, hutan pamah, pegunungan dan ekosistem    merupakan koleksi referensi fauna terbesar
                     alpin dan subalpin). Selain ekosistem alami,   ketiga di dunia. Spesimen flora mati disimpan
                     dibahas juga me-ngenai ekosistem buatan       di Koleksi Referensi Nasional di Herbarium
                     mulai dari tegalan, pekarangan, persawahan,   Bogoriense-LIPI yang merupakan koleksi re-
                     kebun campuran, kolam, dan tambak. Semua      ferensi herbarium terbesar di Asia Tenggara.
                     ekosistem buatan juga dihuni oleh ribuan      Koleksi hidup fauna tersebar di 56 lembaga
                     jenis flora, fauna, dan mikroba.              konservasi ex situ, termasuk kebun binatang,
                                                                   taman safari, dan taman satwa. Spesimen
                         Secara umum, kekayaan keanekaraga-        hidup flora tersebar di kebun raya, taman
                     man hayati Indonesia belum semuanya dik-      kehati, arboretum, dan kebun plasma nutfah.
                     etahui,  baik jumlah jenis maupun potensinya.
                     Luasnya kawasan Indonesia dan kurangnya           Keanekaragaman genetika berupa sum-
                     ahli taksonomi, baik flora, fauna, maupun     ber daya genetika (SDG) hewan, tanam an,
                     mikroba merupakan hambatan utama dalam        dan mikrob telah diuraikan dari aspek
                     upaya mengungkap keanekaragaman hayati        keanekaragaman, pemeliharaan, dan peman-
                     Indonesia secara tuntas dan benar. Data       faatannya. Sumber daya genetika pada hewan
                     yang ada dari berbagai pustaka dan database   diuraikan secara jelas dan dikelompokkan
                     masih tercerai berai dan belum terkumpul      dalam SDG perikanan dan peternakan, baik
                     dengan baik, sedangkan pendataan secara       yang sudah didomestikasi maupun yang ma-
                     digital sangat lamban karena kurangnya        sih liar, sedangkan untuk tanaman dibahas
                     perhatian pemerintah akan pentingnya data     kultivar tanaman yang sudah didomestikasi
                     dasar dalam mengembangkan sumber daya         dan dilepaskan sebagai bibit unggul dan juga
                     hayati Indonesia menuju pemanfaatan ber-      yang masih liar. Dalam membahas SDG, baik
                     skala komersial. Kekayaan keanekaragaman      tumbuhan maupun hewan tidak terbatas
                     hayati kelautan dan keanekaragaman hayati     pada keanekaragaman genetika, tetapi juga
                     terestrial sebagian sudah diungkapkan, na-    diuraikan pemanfaatannya. Sementara itu,
                     mun sebagian lain masih  belum dieksplorasi,   SDG  mikrob  yang  dijelaskan  adalah  je-
                     bahkan beberapa jenis akan terancam kepu-     nis mikrob yang sudah dimanfaatkan, baik
                     nahannya sebelum diketahui. Neraca jumlah     dalam bidang pangan, kesehatan maupun
                     jenis dan nilai setiap jenis untuk dimanfaatkan   energi. Galur lokal yang diperoleh, misalnya
                     secara komersial juga masih timpang karena    dari tempe, tape, oncom, kecap, gatot, dan
                     terkendala oleh kurangnya data dasar dan      roti. Contohnya Lactobacillus, Streptococcus,
                     perkembangan teknologi bioindustri.           Pediococcus, Saccharomyces cerevisiae,  dan
                                                                   Acetobacter, sedangkan fungi yang digunakan
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27