Page 63 - MAJALAH TUNAS 1-2020
P. 63

APA SIAPA | Ir. Sri Renani Pantjastuti







        Widyaprada Ahli                              Crative Camp,  yakni lomba bagi guru-guru diksus
                                                     rumpun Melayu, merancang lomba guru-guru dikmen
                                                     dan diksus se ASEAN. Selain itu, juga beragam lomba
        Utama Pertama                                menulis untuk guru diksus, serta berbagai pelatihan
                                                     mendongkrak mutu guru diksus.
        Kemendikbud                                     Jejak kiprah pada pendidikan khusus diperoleh
                                                     beliau selama menjadi Direktur Pendidikan Khusus
                                                     dan Layanan Khusus (PKLK) (2015-2017). “Selama
              ntuk pertama kalinya Kemendikbud memiliki   di sana, saya menemukan bahwa keberhasilan
              jabatan  Widyaprada  Ahli Utama, dilantik   mengawal anak berkebutuhan khusus harus dengan
        Utanggal 16  April 2020. Dua pejabat dilantik,   kolaborasi antara guru, murid, dan orangtua. Saya
        satu di antaranya adalah Sri Renani Pantjastuti,   juga selalu mendorong guru-guru diksus bisa
        yang terakhir menjabat Plt. Direktur Guru dan Tenaga   bersaing di kancah internasional. Guru diksus harus
        Kependidikan Pendidikan Dasar. Hanya beberapa   bangkit dan bergerak lebih maju,” kata Bu Rena yang
        bulan menjabat Plt Direktur GTK Dikdas, ia membahas   pernah  menjabat  Kabag  Perencanaan  Sekretariat
        dengan pegawai ragam terobosan yang bisa menjadi   Ditjen Dikdasmen (2003-2006).
        rekomendasi kebijakan.
                                                        Namun demikian, beliau  tetaplah ibu rumah
           Sejatinya,  ibu  tiga anak  yang akrab disapa  Bu   tangga. Naluri keibuan begitu tampak dalam aktivitas
        Rena  ini  akan  purna  tugas  per  1  Agustus  2020.   sehari-hari. Jika kembali dari kunjungan, selalu
        Rupanya Kemendikbud belum rela melepas sosok   membawa bingkisan  yang ia bagikan sendiri ke
        yang getol dengan pendidikan khusus. Melalui   pegawai di pagi hari, sembari mengecek kehadiran.
        jabatan Widyaprada Ahli Utama berarti beliau memiliki   Beliau juga menjadikan sebagian ruang  tunggu
        tugas,  tanggung jawab,  wewenang dan hak untuk   direktur  menjadi  tak  ubahnya  "kantin".  Tersedia  di
        melaksanakan kegiatan pemetaan mutu pendidikan,   sana, peralatan dan bahan-bahan memasak. Beliau
        pendampingan satuan pendidikan, pembimbingan   juga kerap memasak di rumah lalu di bawa ke kantor
        satuan pendidikan, supervisi pendidikan dan/atau   untuk sarapan pegawai.
        pengem bangan model penjaminan mutu pendidikan.   Ruangan direktur juga disulap penuh  tanaman
        Saat ini  beliau  berkantor  di Direktorat GTK  Dikmen   beragam tanaman dalam pot dan sayuran hidroponik.
        dan Diksus, direktorat yang pernah ia   pimpin   Ia senantiasa berpesan, bahwa di zaman sekarang
        (2017-2020).
                                                     setiap individu berperan dalam ketahanan pangan
           “Alhamdulillah masih dipercaya            dan bisa dilakukan dengan memanfaatkan dan
        memberi  sum bangsih  pemikiran              mengolah lahan sempit. Terima kasih Ibu..! 
        untuk pendidikan khususnya di GTK
        Dikmen dan Diksus. Andaikan tidak,                                               MUKTI ALI
        beberapa bulan lagi saya pensiun,
        insyallah sudah punya rencana.
        Tetapi tak akan meninggalkan hobi
        bertani dan memasak,” ujar alumni
        IPB kelahiran Makassar, Sulawesi
        Selatan ini  yang  tanggal 9 Juli 2020
        berulang tahun ke 60. Namun, beliau tak
        terlihat  tua, selalu gesit dan  total dalam
        beraktivitas.  Maklum saja,  beliau  adalah
        pecinta alam dan mantan pendaki gunung.
           Tiga kata menggambarkan sosok Bu Rena?
        "Pendidikan Khusus, Memasak dan Bertani".
        Berbincang pendidikan Khusus (diksus) dengannya
        seakan tak akan ada habisnya. Pemikiran-pemikiran
        cemerlangnya selalu lahir. Beberapa  terobosan
        pernah digulirkan, di antaranya, menggelar SEA
   58   59   60   61   62   63   64