Page 22 - E-Modul Kesiapsiagaan Fajar W
P. 22
o Mengembangkan sumber daya manusia.
o Mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
o Membuat bangunan yang berguna untuk mengurangi dampak bencana.
o Membentuk pos-pos siaga bencana.
o Mengadakan pelatihan penanggulangan bencana kepada penduduk sekitar.
o Mengevakuasi masyarakat ke tempat yang lebih aman.
Contoh Mitigasi Struktural:
1. Pembangunan infrastruktur di lokasi terjadinya bencana abrasi atau pengikisan
air adalah salah satu upaya mitigasi. Sebagai contoh di pantai Glagah, Yogyakarta
yang dibangun pemecah ombak karena Laut Selatan terkenal memiliki
gelombang besar.
2. Pemanfaatan teknologi untuk menciptakan sebuah alat pendeteksi tsunami.
Mitigasi bencana gunung berapi dengan pemantauan aktivitas gunung api.
Mitigasi bencana gempa bumi dengan mendirikan bangunan yang tahan gempa,
atau menghindari pembangunan wilayah yang rawan gempa seperti di dekat
gunung atau pesisir pantai.
3. Mitigasi tanah longsor dengan menghindari daerah rawan bencana untuk
membangun pemukiman, terasering dengan sistem drainase yang tepat,
penghijauan dengan tanaman berakar dalam, serta mendirikan bangunan
berpondasi kuat.
Contoh Mitigasi Nonstruktuktural:
UU kebencanaan seperti UU No 24 Tahun 2007 yang membahas semua
kajian terkait bencana, ini merupakan suatu mitigasi atau upaya dalam
mencegah dan mengantisipasi dari dampak negative akibat bencana.
Kesimpulannya, mitigasi adalah upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat
untuk meminimalkan risiko bencana dengan menciptakan pembangunan atau
peraturan baru sebagai pencegahan dini.
22