Page 35 - BUKU DIGITAL WADDAH
P. 35

c. Metabolit Mikroba

                   Pertumbuhan kultur mikroba bisa dibagi menjadi beberapa tahap. Setelah kultur mikroba
               diinokulasikan pada media tumbuh yang mengandung nutrisi, pertumbuhan mikroba masih
               sangat  sedikit,  tahap  ini  dikenal  sebagai  fase  adaptasi  (lag  phase)  Selanjutnya,  tahap
               berikutnya  adalah  periode  saat  tingkat  pertumbuhan  sel  meningkat  secara  konstan  dan
               mencapai  pertumbuhan  maksimum  dan  periode  ini  dikenal  sebagai  fase  log  atau  fase
               eksponensial  (log  phase).  Tahap  berikutnya  adalah,  pertumbuhan  sel  berhenti  dan  sel
               memasuki  fase  stasioner  yang  selanjutnya  memasuki  fase  kematian  Selama  fase  log,  sel
               menghasilkan produk yang penting untuk pertumbuhan atau metabolisme sel termasuk asam
               amino, nukleotida, protein, asam nukleat, lipid, karbohidrat, dll. Fase dimana terjadi produksi
               metabolit primer dinamakan trophophose.

                   d. Produk Rekombinan


                   Produk  yang  dihasilkan  melalui  teknologi  rekombinan  DNA  (Recombinant  DNA
               Technology).  Gen-gen  dari  organisme  tingkat  tinggi  (Eukariot)  dapat  dipindahkan  dan
               dimasukkan  ke  dalam  sel  mikroba  (Prokariot)  untuk  diekspresikan  menghasilkan  produk
               "protein asing" (heterologous protein). Sel penerima yang sering digunakan dalam teknologi
               rekombinan DNA adalah Escherichia coll dan Sacharomyces cerevisiae. Produk-produk yang
               dihasilkan melalui teknik ini adalah interferon, insulin,  human serum albumin,  faktor VIII
               dan  IX, faktor pertumbuhan epidermal, chymosin dan bovine somatostatin. Faktor penting
               yang  harus  diperhatikan  untuk  menghasilkan  produk  rekombinan  secara  optimal  adalah
               sekresi  produk,  minimisasi  terjadinya  degradasi  produk,  kontrol  selama  fermentasi,  dan
               memaksimalkan tingkat ekspresi gen asing (foreign gene).


                   e. Proses Transformasi

                     Sel  mikroba  sering  digunakan  untuk  mengkonve  sebuah  senyawa  menjadi  senyawa
               lebih ekonomis dan lebih memilikd nilai. Karena mikroorganisme mampu berperan sebagai
               katalis yang spesifik dan memiliki keuntungan dibandingkan proses kimia. Pemakaian suhu
               yang relatif rendah serta meminimasi terjadinya polusi (dibandingkan pada proses kimia yang
               membutuhkan katalis logam berat). Contoh yang paling umum dari proses transformasi ini
               adalah  produksi  vinegar.  Pada  pembuatan  vinegar  terjadi  konversi  dari  glukosa  menjadi
               etanol  yang  dilakukan  oleh  S.  cerevisiae,  selanjutnya  etanol  dikonversi  oleh  bakteri
               Acetobacter aceti menjadi asam asetat.














               34
   30   31   32   33   34   35   36   37   38