Page 31 - BUKU DIGITAL WADDAH
P. 31

4. Prosedur imobilisasi enzim
                       Prosedur imobilisasi enzim dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
                     1.  Pengikatan  enzim  secara  kovalen  pada  zat  padat  pendukung  Pengikatan  enzim
                         dilakukan dengan cara mengikat enzim secara kovalen ke permukaan bahan yang
                         tak larut dalam air. Sedikitnya prosedur ini terdiri dari dua tahap, yaitu aktivasi zat
                         pendukung dan pengikatan enzim.
                     2.  Penjebakan enzim dalam Gel Penjebakan (entrapment) enzim dalam gel dilakukan
                         dengan  cara  menjebak  enzim  ke  dalam  suatu  matrik  atau  gel  yang  permiabel
                         terhadap enzim. Dalam hal ini enzim tetap berada dalam bentuknya yang asli tanpa
                         resiko adanya penutupan bagian aktif, gugus atau molekul enzim oleh ikatan kimia.
                         Bahan yang biasa digunakan sebagai penjebak adalah silika gel, karet silikon, pati,
                         dan  poliakrilamid.  Cairan  yang  digunakan  antara  lain:  kolagen,  gelatin,  agar
                         karagenan,  dll.  Untuk  memobilisasi  dengan  akrilamid  sel  dicampur  dengan
                         monomer  akrilamid,  agen  polimerizer  seperti  n-n  metilenebisakrilamid,  potasium
                         persulfat untuk memulai polimerisasi, beta-dimetil amino propinil yang merupakan
                         akselerator polimerisasi, sesudah 30 – 60 menit pada suhu ambient membentuk gel
                         yang  keras  dan  dapat  dibentuk  butir-butir  untuk  ukuran  yang  sesuai,  kemudian
                         dipak dalam kolom dan dicuci  dengan garam  untuk  menghilangkan residu  bahan
                         kimianya.
                     3.  Enkapsulasi enzim Metode enkapsulasi ini menggunakan membran semipermiabel.
                         Membran ini tidak permiabel terhadap enzim dan makro molekul yang lain, namun
                         permiabel  terhadap  substrat  dan  produk  yang  mempunyai  berat  molekul  yang
                         tinggi.
                     4.  Adsorpsi enzim pada permukaan zat padat Metode physical binding ini terhitung
                         metode  yang  paling  sederhana,  makanya  banyak  digunakan.  Enzim  dicampur
                         dengan adsorbent kemudian dipacking dalam sebuah kolom. Kondisi adsorpsi tidak
                         melibatkan  spesies  yang  reaktif  dan  tidak  ada  modifikasi  enzim.  Adsorban  yang
                         banyak dipakai seperti: alumina, selulose, tanah liat, kaca, hidroksilapatit, karbon
                         dan berbagai bahan silika.
                     5.   Pengikat-silangan  dengan  bahan  bergugus  ganda  Metode  cross  linking  ini
                         dilakukan  dengan  cara  pengikat-silangan  dengan  bahan  yang  cocok  untuk
                         menghasilkan  partikel  yang  larut.  Enzim  dapat  diimmobilisasi  dengan  cara
                         pengikatan  dengan  dua  atau  lebih  reagen  fungsional  seperti  glutaraldehid  atau
                         toluenadiisosinat,  atau  dapat  juga  diikat  pada  cairan  yang  tidak  larut  yakni
                         menggunakan reagen yang sama. Senyawa yang dapat digunakan dalam pengikat-
                         silangan  ini  seperti:  diamin  alifatik,  dimentil  adipimat,  dimetil  suberimidat,  dan
                         terutama  glutaraldehida.  Retensi  yang  baik  dapat  diperoleh  dengan  metode  ini,
                         namun hal ini dapat disertai dengan hilangnya aktivitas enzim secara lebih luas.



                   5. Manfaat Enzim Terimobilisasi
                       Ada beberapa manfaat enzim terimobilisasi, antara lain:



               30
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36