Page 31 - Materi Ajar Ekosistem
P. 31

Uraian Materi




                  Suatu komunitas akan mengalami perubahan ketika terjadi gangguan atau kerusakan
             yang parah seperti gunung meletus, tanah longsor, banjir, atau akibat kegiatan-kegiatan
             manusia  yang  merusak  alam.  Hancurnya  komunitas  ini  akan  menimbulkan  suatu
             perubahan  yang  cukup  besar.  Misalnya  saja  permukaan  tanah  yang  dulunya  begitu
             rimbun  akan  berubah  menjadi  permukaan  tanah  yang  terbuka.  Keadaan  ini  akan
             membuat  tempat  tersbut  menjadi  habitat  baru  bagi  suatu  makhluk  hidup.  Makhluk
             hidup yang pertama kali datang biasanya tumbuh dan disebut tumbuhan pionir atau
             perintis.
                   Tumbuhan pionir ini adalah tumbuhan yang dapat hidup dalam kondisi lingkungan
             yang  serba  terbatas.  Tumbuhan  pionir  atau  perintis  dapat  meliputi  tumbuhan

             ganggang,  lumut  kerak  (liken/lichens),  lumut  daun,  dan  beberapa  jenis  tumbuhan
             tingkat tinggi tertentu. Namun, karena tahan terhadap kekeringan, suhu yang ekstrem,
             dan kadar unsur hara yang sangat rendah, lumut kerak sangat ideal sebagai tumbuhan
             pionir.  Kehadiran  makhluk  hidup  pionir  ini  akan  menciptakan  kondisi  lingkungan
             tertentu yang membuat makhluk hidup lainnya dapat hidup di tempat tersebut. Proses
             ini  akan  terus  berlanjut  sejalan  dengan  waktu  sehingga  akhirnya  tercipta  komunitas
             tumbuhan  yang  makin  lama  makin  padat  dan  kompleks  mengarah  pada  pematangan
             suatu bentuk komunitas. Proses inilah yang dinamakan suksesi dan akan berakhir pada
             ekosistem  klimaks  yang  telah  mencapai  keseimbangan.  Suksesi  dapat  dibedakan
             menjadi dua macam, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder yang akan dijelaskan
             sebagai berikut.

             1.   Suksesi Primer
                  Suksesi primer terbentuk saat suatu kawasan yang semula tidak memiliki komponen
             biotik yang kemudian seiring berjalannya waktu terdapat komponen biotik yang hidup
             dan  berkembang  menjadi  suatu  ekosistem  seperti  pada  Gambar  24.  Definisi  lain
             mengartikan dengan ditandai oleh hilangnya komunitas asal secara total, sehingga tidak
             ada organisme penyusun komunitas asal yang tersisa, yang ada hanyalah tanah gersang

             yang berupa batu-batuan. Dalam waktu yang lama terbentuk habitat atau substrat baru
             dengan  komunitas  yang  baru  pula.  Gangguan  tersebut  dapat  terjadi  secara  alami
             maupun  dibuat  oleh  manusia  misalnya  letusan  gunung,  tanah  longsor,  penambangan
             timah dan batubara. Sebagai contoh pada tanggal 27 Agustus 1833 terjadi letusan terkuat
             dalam  sejarah  Gunung  Krakatau  di  Selat  Sunda,  dengan  level  6  skala  Volcanic
             Explusivity


















                                                                                                               24
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36