Page 158 - Kantor Wilayah DJPB Provinsi DKI Jakarta
P. 158

3. Norma Waktu Penyelesaian SP2D



          Penerbitan  SP2D  merupakan  salah  satu                target  dengan  melaksanakan  stretegi
          produk  layanan  unggulan  DJPb  sebagaimana            menyelesaikan  SPM  yang  masuk  pada
          ditetapkan      dalam      Keputusan      Menteri       hari   berkenaan           sampai     tuntas.
          Keuangan  Nomor  187/KMK.01/2010  tentang               Sehingga  tidak  terdapat  SPM  yang

          SOP      Layanan       Unggulan      Kementerian        meluncur       pada      hari    berikutnya.
          Keuangan.  Hal  ini  ditegaskan  lagi  dengan           Konsekuensinya adalah menambah jam
          Surat  Dirjen  Perbendaharaan  Nomor  S-                kerja  (lembur)  minimal  sampai  pikul

          7283/PB/2018  tanggal  20  September  2018              20.00  WIB.  Hasil  monitoring  data  dari
          tentang       Penegasan        Norma        Waktu       OMSPAN,  bahwa  KPPN  lingkup  DKI
          Penyelesaian        SP2D.       Norma       waktu       Jakarta  memiliki  load  pengajuan  SPM
          penyelesaian SP2D adalah 1 (satu) jam sejak             dalam  jumlah  yang  banyak.  KPPN
          ADK  SPM  masuk  ke  SPAN  sampai  dengan               wilayah  DKI  Jakarta  setiap  harinya

          approval Kepala Seksi Bank. Berdasarkan data            menerima  pengajuan  SPM  berkisar
          dari  OMSPAN  bahwa  rata-rata  penyelesaian            antara  600  SPM  s.d.  1.400  SPM.
          SP2D  pada  KPPN  lingkup  Kanwil  Ditjen               Kesanggupan         menyelesaikan        SPM

          Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta  berkisar           menjadi  SP2D  hanya  sekitar  700  SPM
          antara  94%  s.d.  99,50%.    Pada  Indikator           perharinya  jika  dilaksanakan  pada  jam
          Kinerja Utama (IKU) Kepala KPPN (Kemenkeu               kerja  normal  (  pukul  08.00  s.d.  17.00).
          Three)  dan  IKU  Kepala  Kanwil  (Kemenkeu             Sehingga  apabila  terdapat  1000  atau
          Two)     target    sudah     ditetapkan    bahwa        lebih  SPM  yang  masuk  pada  hari  itu

          Persentase     penyelesaian      SP2D     sebesar       sehingga  terdapat  kurang  lebih  sekitar
          99,4%.    KPPN  yang  dapat  mencapai  target           300  SPM  yang  meluncur  pada  hari
          hanya  KPPN  Jakarta  VI,  sedangkan  KPPN              berikutnya.  Rekomendasi  yang  dapat

          yang  lainnya  belum  bisa  mencapai  target            diberikan  dalam  penyelesaian  SP2D  1
          dimaksud. KPPN Jakarta VI dapat mencapai                (satu)  jam  pada  KPPN  lingkup  Kanwil
                                                                  Ditjen Perbendaharaan Jakarta adalah:
            a. Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan

           Simplifikasi  proses  bisnis  penyelesain  SP2D  yaitu  pada    pengujian  SPM  yang
           berulang  (duplikasi).  Pengajuan  formal  dan  subtantif  dilakukan  dimulai  dari  petugas
           konversi  front office (FO), petugas validator, petugas reviewer sampai dengan Kepala

           Seksi  Pencairan  Dana.  Seharusnya  ada  pengaturan  kewenangan  yang  jelas  dalam
           pengujian  SPM  oleh  para  petugas  tersebut  untuk  menghindari  duplikasi.  Perlunya
           penyempurnaan  aplikasi  SPAN,  misal  adanya  fitur  pengingat  (alert)  terhadap  SPM
           yang  mendekati  waktu  penyelesaian  1  (satu)  jam.  Pengujian  SPM  yang  sifatnya
           clerical dapat difasilitasi oleh Aplikasi SPAN, misal pengujian pagu kontraktual. Agar

           Kepala  Seksi  Pencairan  Dana,  khusunya  di  KPPN  Jakarta  dapat  ditambahkan  1
           (orang)  lagi.  Karena  load/volume  pengajuan  SPM  dijakarta  yang  jumlahnya  besar
           apabila SPM ditangani oleh  1  (satu)  Kepala  Seksi  Pencairan  Dana  (Kasie  PD)  akan

           terjadi    penyumbatan        penyelelesain      SP2D      pada     Kasie     PD    (bottle    neck).
           Penyempurnaan  atau  meninjau  ulang  piloting  implementasi  e-SPM  pada  KPPN
           Jakarta II, karena dirasakan dengan piloting implementasi e-SPM menambah panjang
           rangkaian proses bisnis  penyelesaian SPM menjadi SP2D.                                                121
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163