Page 46 - Tomanurun
P. 46

“Bagaimana ... kau bisa ... sampai ... kemari ...?” tanya Putri
            Bungsu terbata-bata.


                Polo Padang memandang wajah istrinya dengan perasaan
            rindu, terharu, dan gembira. Ia bahagia  karena berhasil
            bertemu kembali dengan istrinya tercinta.


                “Aku  sengaja  menyusulmu  ke sini karena  aku  sangat
            merindukanmu dan putra kita,” sahut Polo Padang perlahan.


                Putri Bungsu menggeleng sedih dan berkata, “Kita tidak
            mungkin berkumpul seperti dulu lagi. Ayahanda tidak mau
            menerimamu.”


                Suami-istri itu berpelukan dan menangis bersama. Putri
            Bungsu terharu. Ia kini menyadari betapa besar kasih sayang
            suaminya itu kepada dirinya dan Pairunan.


                Tiba-tiba  suasana  mengharu-biru itu  dipecahkan  oleh
            teriakan Raja Kayangan.

                “Berani-beraninya kau masuk ke istanaku!” seru Baginda

            Raja marah.

                Polo Padang dan Putri Bungsu sangat terkejut. Rupanya
            Baginda  Raja  telah  mendengar berita  penangkapan  Polo

            Padang dari salah seorang pengawalnya.






                                         40
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51