Page 47 - Tomanurun
P. 47

“Kalian tidak mungkin bisa bersatu karena derajat kalian
            berbeda!” kata Baginda Raja.


                Putri Bungsu menyembah dan menyentuh kaki sang Raja.


                “Ayah, kami telah menjadi suami-istri. Bahkan kami
            telah memiliki seorang putra. Izinkan kami berkumpul
            kembali, Ayah!” Putri Bungsu memohon kepada Baginda
            Raja.


                Polo Padang mengikuti perbuatan istrinya.

                Ia menyembah Raja Kayangan sambil berurai air mata.


                “Yang Mulia, mohon kabulkan permintaan kami. Hamba
            sangat mencintai anak-istri hamba. Hamba rela berkorban
            apa pun demi dapat hidup bersama dengan keluarga

            hamba!” ucap Polo Padang bersungguh-sungguh.

                Mendengar ketulusan Polo Padang, hati Raja Kayangan
            mulai tersentuh. Akan tetapi, ia ingin menguji cinta pemuda

            itu kepada Putri Bungsunya.
















                                         41
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52