Page 52 - Tomanurun
P. 52
Padang menangis tersedu-sedu di bawah sebatang pohon.
Ia merasa telah gagal. Raja Pipit yang kebetulan sedang
bertengger di puncak pohon itu mendengar tangisan Polo
Padang dan segera turun menemuinya.
“Apa gerangan yang membuatmu menangis?” tanyanya
kepada Polo Padang.
Polo Padang kembali menceritakan kisah hidupnya. Raja
Pipit mengangguk-angguk tanda mengerti.
“Jangan khawatir, teman. Aku akan membantu
menyelesaikan pekerjaanmu,” ucapnya.
Raja Pipit memberi syarat agar keturunannya dibiarkan
bertengger di lumbung dan atap rumah.
Polo Padang mengiyakan permintaan itu.
Lalu Raja Pipit mengumpulkan rakyatnya dan
memerintahkan mereka untuk mengumpulkan semua biji
jawawut yang ada di hutan itu. Kemudian ribuan burung pipit
46