Page 54 - Tomanurun
P. 54
Tikus kagum dengan pengorbanan dan perjuangan
Polo Padang sehingga ia bersedia menolong pemuda itu.
Digerogotinya pintu gudang dengan gigi-giginya yang tajam.
Tak lama kemudian pada pintu itu terbentuklah sebuah
lubang yang cukup untuk dilewati Polo Padang. Dengan
mudah Polo Padang berhasil meloloskan diri keluar dari
gudang. Raja Kayangan sangat terkesan dengan kesungguhan
hati pemuda itu menjalankan tugas-tugasnya. Putri Bungsu
sangat gembira mendengar berita keberhasilan suaminya,
tetapi ia tetap merasa was-was. Masih tersisa satu tugas
terakhir.
Esoknya, Putri Bungsu dan enam orang wanita yang
memiliki perawakan dan rupa yang mirip dengan sang Putri
dikumpulkan. Mata mereka ditutup dengan kain. Masing-
masing wanita ditempatkan di kamar-kamar terbuka dalam
satu ruangan besar, dan diminta untuk tidak bersuara sedikit
pun. Kemudian pintu dan seluruh jendela ditutup sehingga
ruangan itu menjadi gelap-gulita. Di luar, Polo Padang
menunggu aba-aba dari sang raja dengan dada berdebar-
debar.
“Ini tugas terakhirmu,” kata Baginda Raja.
48