Page 32 - Modul Pembelajaran Analisis Laporan Keuangan
P. 32
Dengan menggunakan perputaran piutang dapat juga dihitung waktu rata-
rata pengumpulan piutang tersebut. Hasilnya akan menunjukkan berapa hari
piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih atau sering disebut days of
receivable, yang umumnya antara 1 sampai 2 bulan. Semakin besar rata-rata umur
piutang suatu perusahaan maka semakin besar juga risiko kemungkinan tidak
tertagihnya piutang. Rata-rata umur piutang (days of receivable) dapat dihitung
dengan rumus sebagai berikut:
Jumlah hari dalam 1 tahun (365 hari)
Rata − rata umur piutang =
Perputaran Piutang
2) Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over)
Perputaran persediaan merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
berapa kali dana yang ditanam dalam persediaan (inventory) ini berputar dalam
suatu periode. Dapat diartikan juga bahwa perputaran persediaan ini menunjukkan
berapa kali jumlah persediaan barang dagang diganti dalam satu tahun (dijual dan
diganti). Semakin tinggi rasio ini, menunjukkan perusahaan bekerja secara efisien
dan likuid persediaan semakin baik. Sebaliknya, semakin rendah rasio ini
menunjukkan perusahaan bekerja secara tidak efisien atau tidak produktif dan
banyak barang persediaan yang menumpuk. Hal ini mengakibatkan investasi
dalam tingkat pengembalian yang rendah.
Rumus untuk mencari perputaran persediaan (inventory turn over) adalah
sebagai berikut:
a. Menurut James C. Van Horne:
Harga Pokok Penjualan
=
Rata − Rata Persediaan
b. Menurut J. Fred Weston:
Penjualan
=
Rata − Rata Persediaan
Untuk mengetahui rata-rata persediaan tersimpan dalam gudang dapat
ditentukan dengan membagi jumlah hari dalam satu tahun dengan turn over dari
persediaan tersebut.
28