Page 31 - Modul Pembelajaran Analisis Laporan Keuangan
P. 31
F. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas
perusahaan dalam menggunakan aset yang dimilikinya, atau dapat dikatakan rasio
yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi (efektivitas) pemanfaatan sumber
daya perusahaan. Dari hasil pengukuran dengan rasio aktivitas akan terlihat apakah
perusahaan lebih efisien dan efektif dalam mengelola aset yang dimilikinya atau
mungkin justru sebaliknya. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan target yang
telah ditentukan atau dibandingkan dengan hasil pengukuran beberapa periode
sebelumnya.
Jenis rasio aktivitas yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan adalah sebagai berikut:
1) Perputaran Piutang (Receivable Turn Over)
Perputaran piutang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang
ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode. Semakin tinggi rasio
menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang semakin rendah
(bandingkan dengan rasio tahun sebelumnya) dan tentunya kondisi ini bagi
perusahaan semakin baik. Sebaliknya jika rasio semakin rendah artinya terdapat
over investment dalam piutang sehingga memerlukan analisa lebih lanjut, seperti
kemungkinan terjadi karena bagian kredit dan penagihan bekerja tidak efektif atau
karena ada perubahan dalam kebijaksanaan pemberian kredit.
Rumus untuk mencari perputaran piutang (receivable turn over) adalah
sebagai berikut:
Penjualan Kredit
=
Rata − rata Piutang
atau
Penjualan Kredit
=
Piutang
Sebagai catatan, apabila data mengenai penjualan kredit tidak ditemukan,
dapat digunakan angka penjualan total.
27