Page 23 - eBook .Pancasila
P. 23
16. Menyadari Bahwa Setiap Manusia Berbeda-beda Usaha, Kemampuan dan
Keadaan
Sumber Dari Kitab Suci Al Qur`an
“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.” (Al Qur’an surat (92)
Al Lail ayat 4)
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh,
Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan
sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka
kekal di dalamnya. (Al Qur’an surat (07) Al A’raaf ayat 42)
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan
dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan
barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-
orang yang beruntung. (Al Qur’an surat (64) At Taaghabun 16)
Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-
masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
(Al Qur’an surat (17) Al Israa ayat 84)
Sumber Dari Hadits Nabi Muhammad Saw.
“Tiap-tiap orang itu dimudahkan sesuai dengan apa yang diciptakan
untuknya.” (Hadits riwayat Bukhari & Muslim)
Sumber Dari Al Kitab Agama Kristen Protestan
"Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua talenta dan
seorang lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia
berangkat." (Matius 25:15)
"Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu, ia menjalankan uang
itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun
berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima
satu talenta itu pergi dan menggali lubang di dalam tanah lalu menyembunyikan
uang tuannya." (Matius 25:16-18).
Sumber Dari Al Kitab Agama Katolik
“Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram,
melainkan Allah yang memberikan pertumbuhan. Baik yang menanam maupun
yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya
sesuai dengan pekerjaannya sendiri.” (I Korinitus 3:7-8)
Sumber Dari Kitab Suci Agama Buddha
“Pelaksanaan tugas yang berbeda kelompok, kedudukan, peranan dan
kewajiban timbal balik antara anak cucu dan orang tua, guru dan siswa, suami
dan istri, teman dengan sahabat, majikan dengan pekerja, para Bhikkhu dengan
umat perumah tangga.” (Sigalovada Sutta 28 – 33 )
PANCASILA 22