Page 26 - eBook .Pancasila
P. 26
Sumber Dari Al Kitab Agama Katolik
“Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi penghianat tertangkap
oleh hawa nafsunya.” (Amsal 11:6)
“Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat
dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan,
yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.” (1
Timotius 6:9)
Sumber Dari Kitab Suci Agama Buddha
“Tetapi, ia yang dapat membuang kekotoran – kekotoran batin, teguh dalam
sila, memiliki pengendalian diri, serta mengerti kebenaran, maka
sesungguhnya ia patut mengenakan jubah kuning.” (Dhammapada, Yamaka
Vagga I : 10)
Beliau yang kemenangannya tak dapat dikalahkan lagi, yang nafsunya telah
diatasi dan tidak mengikutinya lagi, Sang Buddha yang tiada tandingannya,
yang tanpa jejak nafsu, dengan cara apa akan kau goda beliau ?.”
(Dhammapada Buddha Vagga Bab XIV : 1)
Sumber Dari Kitab Suci Weda (Agama Hindu)
“Orang yang mengatakan panca indria itu besar, lebih besar dari padanya
adalah nurani, lebih besar dari nurani adalah intelek, tetapi yang lebih besar
dari intelek adalah Dia (Jiwa).” (Weda-gita III.42)
“Sesungguhnya, mengetahui Dia (jiwa) lebih agung dari intelek, dengan
mengendalikan jiwamu dengan Jiwa, basmilah musuhmu dalam bentuk
hawa nafsumu.” (Weda-gita III. 43)
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami
telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya,
dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak,
Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan
Kami berikan Zabur kepada Daud. (Al Qur’an surat (04) An Nisaa ayat 163)
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu,
tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu. (Al Qur’an surat (33) Al Ahzab ayat 40)
19. Harus Ikhlas Berbuat Kebajikan dan Ikhlas Menerima Kenyataan
Sumber Dari Kitab Suci Al Qur`an
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang
ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan
kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil
Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (Al Qur’an surat (04) An-Nisaa’ ayat 125).
“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan
berpegang teguh pada (Agama) Allah) dan tulus ikhlas (mengerjakan)
PANCASILA 25