Page 22 - eBook .Pancasila
P. 22
peringatanlah dengan Al-Qur`an yang takut kepada ancaman-Ku.” (Al Qur’an
surat (50) Qaaf ayat 45).
Sumber Dari Hadits Nabi Muhammad Saw.
“Sesungguhnya apa yang telah diperoleh manusia daripada perkataan para
Nabi yang terdahulu adalah “Apabila engkau tidak mempunyai malu, maka
lakukanlah apa yang engkau kehendaki.” (Hadits riwayat Bukhari)
“Ambillah olehmu dari amal yang menurut kesanggupan kamu, maka
sesungguhnya Allah. tidak jemu untuk menerima amalmu, sehingga kamu
sendiri yang merasa jemu.” (Hadits riwayat Bukhari & Muslim).
Sumber Dari Al Kitab Agama Kristen Protestan
"Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah
diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau
datang." (Matius 22:3)
"Seorang diantara kamu akan menyerahkan Aku, Yudas yang hendak
menyerahkan Dia itu berkata “Bukan aku ya Rabi ?”, kata Yesus kepadanya
“Engkau telah mengatakannya.” (Matius 26:21, 25).
Sumber Dari Al Kitab Agama Katolik
“Sebab seorang yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah
bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil oleh
Kristus, adalah hamba-Nya.” (I Korinitus 7:22)
“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan
dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihani yang
memberi dengan suka cita.” (II Korinitus 9:7)
Sumber Dari Kitab Suci Agama Buddha
“Engkau sendiri yang harus berusaha ; para Tathagata hanyalah petunjuk
jalan.” (Dhammapada Atthakata III hal 148)
“Orang bijaksana yang tekun bersamadi, hidup bersemangat dan selalu
berusaha dengan sungguh-sungguh, pada akhirnya akan mencapai
Nibbana.” (Dhammapada Appamada Vaga Bab II : 3)
Sumber Dari Kitab Suci Weda (Agama Hindu)
“Terang dan gelap adalah dua jalan yang abadi, yang dipandang di dunia
sebagai jalan, yang satu ditempuh orang tidak kembali lagi dan bila
ditempuh jalan yang lainnya akan kembali lagi.” (Weda-gita VIII. 26)
“Dengan mengetahui sifat hakiki kedua jalan ini, para umat-Ku tidak akan
bimbang hati, oleh karena itu, teguhkan imanmu setiap saat dalam
menjalankan ajaran dharma (yoga).” (Weda-gita VIII.27)
PANCASILA 21