Page 49 - E-Modul IML
P. 49
Gambar 19. Pemograman PLC Menggunakan Komputer (Laptop)
Komputer (Laptop) lebih banyak digunakan dibandingkan dengan Console,
karena fungsi Console terbatas untuk pembuatan program yang sedarhana dan editing
program PLC saja. Pemograman PLC dengan menggunakan Console biasanya
dilakukan dengan mengetikkan baris-baris simbol program pada level rendah
(menggunakan instruksi-instruksi mnemonic, seperti LD, NOT, AND, dan lain
sebagainya), jika menggunakan komputer, program PLC dapat dibuat langsung
dengan menggunakan teknik standar pemograman sekuensial, yaitu bahasa
pemograman diagram ladder. Pembuatan dari diagram ladder ini dapat langsung
digambar dengan fasilitas GUI (Graphical User Interface) pada perangkat lunak
tersebut. Program yang telah dibuat selanjutnya ditransfer ke PLC melalui modul
komunikasi standar yang tersedia pada komputer pada umumnya seperti port serial
RS-232, USB (COM) dan Ethernet TCP/IP. Bahkan dewasa ini komunikasi
pemograman PLC sudah dapat dilakukan dengan teknologi tanpa kabel ( wireless).
Perangkat lunak komputer untuk pemograman PLC ini juga sudah dilengkapi dengan
fasilitas monitoring dan langkah-langkah komunikasi yang mudah dan user friendly.
Gambar 20 memperagakan tampilan GUI perangkat lunak CX-Programmer untuk
pemograman produk PLC dari perusahaan OMRON.
Ada lima metoda atau bahasa pemograman PLC yang telah distandarisasi
penggunaannya oleh IEC (International Electrical Commission), yaitu:
1. Diagram Ladder (Ladder Diagram, LAD) - Pemograman berbasis logika
relai, cocok digunakan untuk persoalan-persoalan kontrol diskret yang
input/output hanya memiliki dua kondisi On atau Off seperti pada sistem
kontrol konveyor, lift, dan kontrol motor-motor industri.
Modul Pembelajaran 34
Motor Control Trainer dan PLC Trainer