Page 27 - PKN KELAS 7_Semester 1
P. 27

II.        Pengesahan UUD Negara RI Tahun 1945


                Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan  Indonesia, pada tanggal 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan
         Kemerdekaan  Indonesia  (PPKI)  yang  menggantikan  BPUPKI  melaksanakan  sidang  pertamanya.  Sebelum
         dimulai  sidang,  Drs.  Mohammad  Hatta  terlebih  dahulu  meminta  Ir.  Soekarno  selaku  ketua  untuk  menunda
         sidang. Bung Hatta ingin mengajak golongan Islam membicarakan masalah kata “Ketuhanan dengan kewajiban
         menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya” yang akan disahkan dan masuk ke dalam Preambule.
         Oleh karena mengutamakan kepentingan persatuan bangsa, akhirnya dalam waktu lima belas menit dicapai kata
         sepakat untuk mengganti kata tersebut dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
                Sidang  PPKI  membicarakan  rancangan  Pembukaan  Undang-Undang  Dasar  yang  telah  mengalami
         penyempurnaan. Suasana sidang PPKI tersebut sangat demokratis. Bung Karno memberikan kesempatan kepada
         semua peserta sidang untuk mengemukakan pendapat, keputusan sidang diusahakan dengan cara musyawarah
         untuk mufakat.
                Dalam persidangan PPKI tanggal 18 Agustus 1945, dihasilkan keputusan sebagai berikut:
         1.  Mengesahkan UUD 1945
         2.  Menetapkan Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden
         3.  Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat.

                Sidang PPKI telah melakukan beberapa perubahan rumusan pembukaan UUD naskah Piagam Jakarta
         dan rancangan batang tubuh UUD hasil sidang kedua BPUPKI. Empat perubahan yang disepakati tersebut antara
         lain:

         1.  Kata Mukaddimah diganti dengan kata Pembukaan
         2.  Sila  pertama,  yaitu  Ketuhanan  dengan  kewajiban  menjalankan  syari’at  Islam  bagi  pemeluk-pemeluknya
           diganti dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa”
         3.  Perubahan pasal 6 UUD yang berbunyi “Presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam” menjadi
           “Presiden ialah orang Indonesia asli”
         4.  Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi “Negara berdasar atas Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at
           Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi pasal 29 UUD 1945 yang berbunyi “Negara berdasar atas
           Ketuhanan Yang Maha Esa”.


























                                                     Gambar 2.2 Sidang PPKI



                                                                                                                   27
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32