Page 164 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 164

kelompok, tujuan yang bermutu dapat dicapai oleh organisasi. Ketiga,
                               tipe/gaya  kepemimpinan  Permisif  yaitu  sikap  pemimpin  yang  tidak
                               mempunyai  pendirian  kuat,  dimana  sikapnya  serba memobolehkan,
                               serba  mengiyakan,  tidak  ambil  pusing,  tidak  bersikap  dalam makna
                               sesungguhnya,  dan  cenderung  apatis  (Danim,  2006:  212-  214).
                               Keempat,  tipe/gaya  kepemimpinan  transformasional  yaitu  setiap
                               tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk


                               mengkoordinasi  dan  memberi  arah  kepada  individu  atau  kelompok
                               lain  yang  tergabung  dalam  wadah  tertentu  untuk  mencapai  tujuan-
                               tujuan yang telah ditetapkan Danim, 2006: 53).
                                      Kepala    Sekolah    yang    mempraktekkan        kepemimpinan
                               transformasional  tidak  hanya  menggantungkan  atau  mengandalkan
                               pada    karisma    pribadinya,    melainkan     ia   berupaya     untuk
                               memberdayakan  staf  dan  membagi/mendistribusikan  fungsi-fungsi
                               kepemimpinannya.
                                     Sementara  itu  Lukman  Saksono  (Saksono:  23)  membagi  tipe

                               kepemimpinan ke dalam beberapa tipe:
                           1)  Kepemimpinan  yang  memberi  arahan,  termasuk  penentuan
                               tujuan/sasaran,  pemecahan  persoalan,  pengambilan  keputusan  dan
                               perencanaan
                           2)  Kepemimpinan  yang  bersifat  pengamalan/pelaksanaan,  termasuk
                               berkomunikasi,  berkoordinasi,  supervisi,  dan  evaluasi.  Dimana  ini
                               semua diarahkan untuk mencapai tujuan
                           3)  Kepemimpinan  yang  memberi  motivasi,  termasuk  menerapkan
                               prinsip  motivasi  (seperti  mempertemukan  sasaran  individu  dan
                               satuan)  serta  menghargai  tingkah  laku  yang  mengarah  kepada
                               pencapaian  tujuan  organisasi.  Juga  termasuk  memberikan  pelajaran
                               dan bimbingan.


                                Menurut Mulyasa sebagaimana dikutip oleh Khozin (2006: 49-50)
                         beberapa gaya yang dapat diuraikan  antara lain :
                           1.  Gaya  mendikte  (telling),  gaya  ini  diterapkan  jika  anak  buah  dalam
                               tingkat  kematangan  daya  abstrak,  kemauan  dan  kepercayaan  diri
                               (komitmen) rendah, sehingga memerlukan petunjuk dan pengawasan
                               yang  jelas.  Gaya  ini  lebih  cocok  diterapkan  pada  guru  maupun  staf
                               yang  acuh  tak  acuh,  karena  itu  kepala  sekolah/madrasah  dituntut
                               untuk  mengatakan  apa,  bagaimana,  kapan  dan  dimana  tugas

                                                              158
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169