Page 165 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 165
dilakukan. Dengan demikian, gaya ini menekankan pada tugas,
sedangkan hubungan hanya sekedarnya saja.
2. Gaya menjual (selling), gaya ini diterapkan apabila tingkat
kematangan daya abstraknya pada taraf rendah, tetapi kemauan kerja
dan kepercayaan diri (komitmen) sangat memadai (tinggi). Gaya ini
lebih cocok diterapkan pada guru maupun staf yang sangat sibuk,
karena itu kepala madrasah selalu memberikan petunjuk atau
pengarahan yang porsinya agak banyak. Dengan demikian gaya ini
menekankan pada tugas serta hubungan yang tinggi, agar dapat
memelihara dan meningkatkan kemauan yang telah dimiliki.
3. Gaya melibatkan diri (participating), gaya ini diterapkan jika tingkat
kematangan daya abstraknya tinggi, tetapi kurang memiliki kemauan
kerja dan kepercayaan diri (komitmen). Gaya ini lebih cocok
diterapkan pada guru maupun staf yang suka kritik, karena itu kepala
madrasah berperan bersama-sama dalam proses pengambilan
keputusan. Dengan demikian, gaya ini tidak menekankan pada tugas,
namun upaya hubungan perlu ditingkatkan dengan membuka
komunikasi dua arah.
4. Gaya mendelegasikan (delegating), gaya ini diterapkan bila
kemampuan, kematangan daya abstrak, kemauan kerja dan pada guru
maupun staf yang profesional, karena itu kepala madrasah
membiarkan mereka melaksanakan kegiatan sendiri, tetapi tetap
melakukan pengawasan. Dengan demikian, gaya ini terkait dengan
upaya tugas maupun hubungan hanya diperlukan sekedarnya saja.
F TUGAS DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN
1. Tugas Kepemimpinan
Tugas seorang pemimpin dalam sebuah organisasi adalah
membawa anggota organisasi untuk bekerja bersama sesuai dengan
tanggungjawabnya masing-masing dan membawa organisasi ke arah
pencapaian tujuan yang diharapkan.
Selain itu, tugas pemimpin organisasi adalah mengawasi,
membenarkan, meluruskan, memandu, menterjemahkan, menetralisir,
mengorganisasikan dan mentransformasikan kebutuhan dan harapan
159

