Page 12 - E-MODUL KOLOID XI SMA
P. 12
Perhatikan pertanyaan berikut!
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem koloid?
2. Apa perbedaan antara sol, emulsi dan buih?
3. Tuliskan contoh koloid yang termasuk sol dan emulsi cair!
Berikut adalah pertanyaan pengantar yang dapat digunakan untuk
membantu Anda mempelajari mengenai sistem koloid.
Fakta Terkini
MENGENAL SISTEM KOLOID PADA MAKANAN TAHU
Siapa sih yang tidak kenal dengan tahu? Selain enak tahu juga sangat
menyehatkan dimana tahu mengandung gizi, seperti protein, lemak
tak jenuh, karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin B-
kompleks seperti thiamin, riboflavin, vitamin E, vitamin B12, kalium
dan kalsium. Makanan yang memang sudah membaur dengan dengan
keseharian kita ini ternyata masuk ke dalam salah satu bentuk sistem
koloid loh, kok bisa? Yuk kita lihat penjelasannya!
Dalam proses pembuatan tahu terdapat sistem koloid (koagulasi),
yakni pada proses penambahan cuka karet (asam asetat).
Penambahan cuka dalam proses pembuatan tahu dilakukan setelah
perebusan kedelai yang telah digiling, hal ini akan menghasilkan
gumpalan zat semi padat (Tahu) dari sari-sari kedelai yang telah
direbus tersebut. Pada dasarnya partikel-partikel koloid di dalam
proses pembuatan tahu bersifat stabil karena memiliki muatan listrik
sejenis, akan tetapi penambahan cuka karet akan menghilangkan
muatan listrik pada partikel-partikel tersebut, hilangnya muatan
listrik itu akan mengakibatkan terbentuknya gumpalan pembentuk
tahu dari gabungan partikel koloid, proses penggumpalan partikel
koloid dan pengendapan inilah yang disebut Koagulasi (sifat koloid).
12