Page 22 - EBOOK PAI E ANGKATAN 2018 2019
P. 22
kepada-Nya, jangan takut jika sesuatu yang diinginkan dan diharapkan tidak sesuai
dengan yang kita ekspestasikan karena Allah swt. mengerti yang baik bagi kita dan
sudah mempunyai rencana yang lebih baik dari rencana kita. Jadi tetap berfikir positif
atas segala kehendak-Nya.
Kemudian mereka bermaksud untuk kembali
ke Madinah. Namun, Abu Sufyan belum dapat
melupakan perang Badar ketika suatu kelompok
kecil mampu mengalahkan kelompok yang
jumlahnya tiga kali lebih besar. Dengan
perlengkapan yang banyak, ia ingin menggagalkan
Sumber: https://m.rctiplus.com/news/detail/Muslim
kembalinya kaum muslimin. Saat itu, tiba-tiba lewat kendaraan sekelompok (kafilah)
suku Abdul Qais, Abu Sufyan bertanya, “mau kemana kalian?” “kami akan pergi
keMadinah.” “apa keperluan kalian kesana?” “mencari mirah (makanan).” “bisakah
kalian menyampaikan surat kami kepada Muhammad?” Kata Abu Sufyan. “sebagai
imbalannya, kami akan member kalian buah kimis dan akan kami serahkan jika
kalian menemui kami di pasar Ukaz.”
Para kafilah itu menerima kafilah tersebut. Lalu Abu Sufyan berkata kepada
mereka, “jika kalian menjumpai Muhammad, sampaikan bahwa kami telah bersiap-
siap menuju ke tempatnya untuk menghabiskan sisa-sisa mereka.” Ketika kelompok
yang berkendaraan itu melewati Rasulullah yang sedang berada di Hamra Al-Asas,
mereka memberitahukan pesan Abu Sufyan dan kawan-kawannya.
Sungguh mereka telah mengucapkan hal itu, dan bersiap sedia untuk pergi ke
medan perang yang baru. Mereka yang luka-luka, dibalut lukanya. Pedang yang
tumpul segera diasah agar tajam. Urusan yang kacau segera dipulihkan kembali.
Mereka benar-benar siap untuk turun ke medan pertempuran dengan segenap
kemampuan.
Sementara itu, Abu Sufyan menanti jawaban suratnya,. Kemudian datanglah
salah seorang dari kelompok Abdul Qais dan berkata kepada Abu Sufyan, “aku
9

