Page 20 - EBOOK PAI E ANGKATAN 2018 2019
P. 20
membalas sesuai dengan usahanya tersebut. Begitupun dalam masalah duniawi, agar
kebutuhan hidupnya berkecukupan harus bekerja dengan keras.
C. Menunjukkan Perilaku Tawakal
Tawakal artinya menyerahkan diri kepada Allah secara bulat dan utuh. Tetapi
bukan berarti kita menyerahkan segalanya kepada Allah dan kita tidak berusaha, itu
salah. Yang benar adalah kita melkukan usaha dulu setelah itu meyerahkan semuanya
kepada-Nya.
Sebagai contoh, ketika kita memasuki sebuah toko dan kita juga membawa
kendaraan. Kita sudah yakin bahwa kita sudah mengunci kendaraan tersebut
kemudian kita masuk kedalam toko, tanpa kita ketahui kendaraan itu hilang. Itu
merupakan sudah jalan Allah dan kita sudah bertawakal yang benar. Tetapi jika kita
memasuki sebuah toko dan dengan sengaja tidak menguncinya, kemudian kendaraan
itu hilang dan menyalahkan Allah. Itu merupakan bertawakal yang salah.
Renungkanlah baik-baik kedua perbedaan tawakal diatas!
Al-Islam adalah mengIslamkan hati anda untuk Allah ‘Azza wa Jalla. Itulah
tauhid (penguasaan-Nya). Tawakal terbagi menjadi dua jenis, yaitu tawakal tafwidh
dan taslim. Tafwidh adalah akhirnya sedangkan At-taslim adalah perantaranya,
sedangkan tafwidh adalah akhirnya.
Dengan demikian, lafadz tawakal diartikan pada setiap derajat yang dipakai
pada seluruh macamnya. Berdasarkan penetapan ini, Allah ‘Azza wa Jalla menyuruh
hamba-Nya melakukan dan menjadikannya sebagai suatu sifat yang tidak terpisahkan
dari iman.
Apabila manusia telah bertawakal kepada Allah ‘Azza wa Jalla, buah dari
tawakalnya yaitu:
1. Kecintaan Allah swt. Kepadanya sebagaimana firman-nya:
ْ
َهْيِلِ ّكىَتُملا ُْة ِ حُي َ ٰ للّا َّنِا
َ
Terjemahan:
7

