Page 21 - EBOOK PAI E ANGKATAN 2018 2019
P. 21

“Sesungguhnya  Allah  menyukai  orang-orang  yang  bertawakal  kepada-Nya.”
                             (QS. Ali Imran : 159)

                        2.   Jaminan Allah baginya sebagaimana firman-Nya:


                                                                                    ٗهُثْسَ ح  ىُهَف  ِ ٰ للّا  ًَلَع  ْلَّكىَتَّي   ْ ه َ مو
                                                                                        َ
                                                                                                          َ
                                                                                                    َ

                             Terjemahan:
                             “Dan  barang  siapa  yang  bertawakal  keada  Allah,  niscaya  Allah  akan
                             mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. At-Talaq: 3)

                             Disana  juga  terdapat  hasil  yang  merupakan  rincian  atau  akibat  dari  dua

                        persoalan  ini,  yang  Insya  Allah  akan  diterangkan.  Sekalipun  telah  jelas  persoalan
                        tawakal  di  lingkungan  yang  bersifat  Quraani  dan  Sunnati,  masih  banyak  manusia

                        yang  menjadikan  tawakal  sebagai  suatu  problem  yang  diperdebatkan  dan
                        diperselisihkan.  Problem  tersebut  selalu  menjadi  baru  setiap  kali  kata  tawakal

                        disebutkan.  Oleh  karena  itu,  dan  dengan  petunjuk  Allah  Ta‟ala,  kami  akan

                        menguraikan sedikit tentang persoalan ini sekalipun persoalan tersebut sudah cukup
                        jelas.

                             Ketika  salah  seorang  imam  kaum  sufi,  Yahya  ibn  Mu‟adz  Rahimahumullah
                        ditanya,  “kapan  seseorang  dikatakan  tawakal?”  dia  menjawab,  “  ketika  dia  ridho

                        dengan Allah sebagai pemeliharanya.
                             Al-Qur‟an membicarakan sebagian situasi yang menampakkan orang mukmin

                        yang  benar  adalah  orang  yang  menganggap  Allah  ‘Azza  wa  Jalla  sebagai

                        pelindungnya.  Bagaimana  kisah  mereka?  Setelah  orang-orang  musyrikin  Mekah
                        mencelakakan  kaum  muslimin  dalam  perang  Uhud,  mereka  kembali  ke  Mekah.

                        Namun,  mereka menyesali dirinya karena tidak  meneruskan serangan ke Madinah.

                        Mereka  berkata,  “kalian  tidak  berhasil  membunuh  Muhammad,  tidak  pula
                        membawanya sebagai tawanan. Justru yang kalian lakukan adalah perbauatan yang

                        tidak berarti. Betapa buruknya! Kembalilah kalian.”
                             Adik-adik,  tahap  terakhir  setelah  kita  bersikap  optimis  dan  ikhtiar  adalah

                        tawakkal.  Ditahap  ini  kita  menyerahkan  segalanya  dan  mempercayakan  semuanya



                                                                8
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26