Page 21 - E-Modul Dinamika Rotasi Kelas XI
P. 21
2.1.2. Energi Gerak Rotasi
Gerak rotasi dapat didefinisikan sebagai gerak suatu benda
dengan bentuk dan lintasan lingkaran di setiap titiknya. Jadi,
benda disebut melakukan gerak rotasi jika setiap titik pada benda
itu (kecuali titik-titik pada sumbu putar) menempuh lintasan
berbentuk lingkaran. Sumbu putar adalah suatu garis lurus yang
melalui pusat lingkaran dan tegak lurus pada bidang lingkaran.
Contoh gerak rotasi seperti di bawah ini:
Gambar 2.3 Gerak Translasi dan Rotasi
Sumber : lesonlinefisika.blogspot.com
Animasi di atas merupakan contoh gerak rotasi, di mana O
merupakan titik pusat atau poros dan A merupakan percepatan
nya, setiap titik pada benda yang berotasi bergerak melingkar
mengelilingi sumbu putarnya. Ketika benda berotasi, semua
partikel yang tersebar di seluruh bagian benda itu juga berotasi,
setiap partikel mempunyai massa (m). Ketika benda tegar
berotasi, setiap partikel itu juga bergerak dengan kecepatan (v)
tertentu. Kecepatan setiap partikel bergantung pada jaraknya dari
sumbu rotasi. Semakin jauh sebuah partikel dari sumbu rotasi,
semakin cepat partikel itu bergerak (kecepatan kecil). Sebuah
benda yang bergerak rotasi juga memiliki energi kinetik dan
dinamakan energi kinetik rotasi. Analog dengan energi kinetik
translasi, energi kinetik rotasi dipengaruhi oleh besaran-besaran
yang sama dengan massa yaitu I dan analog dengan kecepatan
linear yaitu kecepatan anguler. Perhatikan persamaan berikut :
2
EK = ½ I ω
rot
Keterangan:
EK = energi gerak rotasi (J)
rot
2
I = momen inersia (kg m )
ω = kecepatan sudut (rad/s)
14