Page 9 - KOMPILASI TRKS
P. 9

1. Pimpinan RS menetapkan Program Budaya Keselamatan yang mencakup poin a-h dalam
                  maksud dan tujuan serta mendukung penerapannya secara akuntabel dan transparan.
               2.  Pimpinan  RS      menyelenggarakan      pendidikan    dan    menyediakan  informasi
                  (kepustakaan  dan laporan) terkait budaya keselamatan bagi semua staf  yang bekerja di
                  rumah sakit.
               3.  Pimpinan  RS menyediakan        sumber         daya  untuk  mendukung  dan
                       mendorong budaya  keselamatan di RS.
               4.  Pimpinan RS mengembangkan sistem yang rahasia, sederhana dan mudah diakses bagi
                  staf untuk pelaporan perilaku yang tidak diinginkan dan menindaklanjutinya.
               5.  Pimpinan RS melakukan pengukuran untuk mengevaluasi dan memantau budaya
                  keselamatan di RS serta hasil yang diperoleh dipergunakan untuk perbaikan
                  implementasinya di RS.
                 Pimpinan RS menerapkan budaya adil (just culture) terhadap staf yang terkait laporan
                  budaya perilaku aman tersebut.

               Elemen Penilaian TKRS 14
               1. Direktur dan pimpinan RS berpartisipasi dan menetapkan Program  manajemen risiko
                  tingkat rumah sakit meliputi (a - d) dalam maksud  dan tujuan.
               2. Direktur memantau penyusunan Daftar risiko yang diprioritaskan  menjadi Profil risiko di
                  tingkat RS.

               Elemen Penilaian TKRS 15
               1. Pimpinan  RS  menetapkan  penanggung  jawab  program  penelitian  di  dalam  RS  yang
                  memastikan  semua  proses  telah  sesuai  dengan  kode  etik  penelitian  dan  persyaratan
                  lainnya sesuai peraturan per UU.
               2. Terdapat proses untuk menyelesaian konflik kepentingan (finansial dan non  finansial) yang
                  terjadi akibat penelitian di RS.
               3. Pimpinan  RS  telah  mengidentifikasi  fasilitas  dan  sumber  daya  yang  diperlukan  untuk
                  melakukan  penelitian,  termasuk  di  dalamnya  kompetensi  sumber  daya  yang  akan
                  berpartisipasi di dalam penelitian sebagai pimpinan dan anggota tim peneliti.
               4. Terdapat proses yang memastikan bahwa seluruh pasien yang ikut di dalam  penelitian
                  telah melalui      proses persetujuan  tertulis (informed  consent)  untuk  melakukan
                  penelitian, tanpa  adanya  paksaan  untuk mengikuti   penelitian dan  telah  mendapatkan
                  informasi mengenai lamanya penelitian,  prosedur yang harus dilalui, siapa yang dapat
                  dikontak  selama  penelitian    berlangsung,  manfaat,  potensial  risiko  serta  alternatif
                  pengobatan lainnya.
               5. Apabila penelitian dilakukan oleh pihak ketiga (kontrak), maka pimpinan  RS memastikan
                  bahwa pihabertanggung jawab dalam pemantauan dan  evaluasi dari mutu, keamanan dan
                  etika dalam penelitiank ketiga tersebut
               6. Penanggungjawab   penelitian melakukan kajian  dan evaluasi  terhadap           seluruh
                  penelitian yang dilakukan di RS satu tahun sekali.
               7. Seluruh  kegiatan  penelitian  merupakan  bagian  dari  program  mutu  RS  dan    dilakukan
                  pemantauan serta evaluasinya secara berkala sesuai ketetapan  RS
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14