Page 46 - BUKU GABUNGAN revisi 17.11.24_Neat
P. 46
Fisika Modern Terintegrasi Etnosains
2
= √1 − 2
0
(0,6 ) 2
= 10 √1 −
2
= 10 . (0,8) = 8
2.2.4 Massa, Energi dan Momentum dalam Relativitas
2.2.4.1 Variasi Massa Terhadap Kecepatan
Dalam kasus ini, kita memiliki dua pilihan yaitu:
1. Mengasumsikan bahwa prinsip-prinsip momentum khususnya kekekalan
momentum tidak berlaku pada kecepatan tinggi.
2. Mendefinisikan ulang momentum sebuah benda agar prinsip-prinsip
momentum dapat dapat diterapkan dalam relativitas khusus.
Pendekatan pertama mengasumsikan bahwa prinsip-prinsip momentum,
khususnya kekekalan momentum, tidak berlaku pada kecepatan tinggi. Ini
berarti bahwa massa benda akan tetap konstan, tidak bergantung pada
kecepatannya. Dalam konteks ini, konsep dilatasi waktu dan kontraksi panjang
akan tetap berlaku, tetapi massa benda akan dianggap sebagai nilai yang tetap.
Namun, pendekatan ini mungkin bertentangan dengan temuan eksperimen
yang menunjukkan variasi massa terhadap kecepatan dalam teori relativitas.
Pendekatan kedua adalah dengan mendefinisikan ulang momentum
sebuah benda agar prinsip-prinsip momentum tetap dapat diterapkan dalam
relativitas khusus. Dalam hal ini, massa benda dianggap bervariasi dengan
kecepatannya, sehingga momentum benda tetap dapat dihitung menggunakan
konsep momentum relativistik yang disesuaikan. Dengan pendekatan ini,
prinsip-prinsip momentum, termasuk kekekalan momentum, tetap berlaku
dalam semua kecepatan, termasuk pada kecepatan tinggi.
40