Page 42 - BUKU GABUNGAN revisi 17.11.24_Neat
P. 42
Fisika Modern Terintegrasi Etnosains
dibanding dengan mobil lain dengan kecepatan yang lebih rendah, maka
menurut pengamatan orang yang berada dalam mobil dengan kecepatan tinggi
tersebut melihat seolah-olah mobil yang berkecepatan rendah bergerak mundur
menjauhi mobil yang ditumpanginya. Di sisi lain, orang yang berada dalam mobil
dengan kecepatan rendah, merasa bergerak searah dengan mobil yang
memiliki kecepatan tinggi. Pertanyaannya adalah, kondisi mana yang betul
sesuai dengan teori relativitas?. Ternyata kedua kondisi tersebut semuanya
betul,asalkan tiap-tiap mobil menetapkan kerangka acuannya masing-masing.
Sehingga masing-masing mobil menetapkan gerakannya relatif terhadap
dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan mutlak itu tidak ada (Jewett,
2010: 233).
Dari contoh di atas, dapat dikatakan bahwa paradoks anak kembar adalah
salah satu konsekuensi menarik dari teori relativitas khusus, yang terjadi ketika
ada dua anak kembar identik yang dipisahkan oleh perjalanan ruang-waktu
yang berbeda dan kemudian bertemu kembali setelah mengalami perjalanan
tersebut. Penjelasannya dapat seperti berikut:
Bayangkan dua anak kembar, Alice dan Bob, yang berpisah. Alice tetap
berada di Bumi, sementara Bob melakukan perjalanan ke luar angkasa dengan
kecepatan yang sangat tinggi, mendekati kecepatan cahaya, dan kembali ke
Bumi setelah waktu yang singkat berlalu menurutnya. Ketika Bob kembali ke
Bumi, Alice dan Bob akan memiliki pengalaman waktu yang berbeda. Menurut
Bob, waktu yang berlalu tampak sangat singkat, sedangkan waktu yang berlalu
bagi Alice akan lebih lama.
Paradoks ini muncul karena efek dilatasi waktu dalam relativitas khusus.
Bob bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, yang menyebabkan waktu
untuknya melambat relatif terhadap waktu di Bumi. Ketika Bob kembali, ia akan
merasa waktu yang berlalu sangat singkat, sementara Alice, yang berada di
Bumi, merasa waktu berlalu seperti biasa.
36