Page 37 - BUKU GABUNGAN revisi 17.11.24_Neat
P. 37
Fisika Modern Terintegrasi Etnosains
dalam mekanika relativistik, jarak antara dua titik dan selang waktu antara dua
kejadian bergantung pada kerangka acuan di mana keduanya diukur. Hal ini
berarti, dalam mekanika Relativistik, tidak ada yang disebut dengan panjang
mutlak atau selang waktu mutlak. Terlebih lagi, kejadian- kejadian di tempat
berbeda, yang diamati terjadi pada saat bersamaan (serentak) dalam suatu
kerangka, belum tentu akan diamati terjadi serentak dalam kerangka lain yang
bergerak secara beraturan relatif terhadap kerangka yang pertama.
2.2.3.1 Dilatasi Waktu
Sebelum teori dilatasi waktu yang dikemukakan oleh Einstein, Newton
dengan teorinya menyatakan bahwa “waktu yang mutlak, sejati dan sistematis
dari dirinya sendiri dan sifat alamiahnya sendiri, mengalir sebagaimana
mestinya tanpa ada hubungannya dengan apapun yang bersifat eksternal”. Dari
teori yang dikemukakan oleh Newton tersebut dapat ditarik sebuah kesetaraan
itu nyata dan hal tersebut diyakini hingga teori dilatasi waktu diungkapkan oleh
Einstein(Dr. Zikri Noer, n.d.: 40)
Einstein merancang sebuah eksperimen pemikiran yang menggambarkan
gagasan tersebut sebagai berikut: Sebuah gerbong pengangkut barang
bergerak dengan kecepatan konstan, sementara dua kilatan petir menyambar
ujung-ujung gerbong tersebut, meninggalkan tanda bekas di gerbong dan di
tanah. Tanda bekas pada gerbong ditandai sebagai A’ dan B’, sementara tanda
bekas di tanah ditandai sebagai A dan B. Seorang pengamat O’ bergerak
bersama gerbong dan berada di tengah-tengah antara A’ dan B’, sedangkan
pengamat di tanah, O, berada di tengah-tengah antara A dan B. Kejadian yang
direkam oleh kedua pengamat adalah kedua kilatan petir menyambar gerbong
tersebut (gambar a). berikut ini ilustrasinya:
31