Page 4 - C:\Users\SITI ILMA BT EDI\Documents\Flip PDF Professional\LAPORAN 2 FLIPBOOK\
P. 4
Selain itu, terdapat faktor jika tidak dapat dikontrol diantaranya:
1) Keturunan (genetika)
Faktor keturunan memang memiliki peran yang besar terhadap munculnya
hipertensi. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya kejadian bahwa
hipertensi lebih banyak terjadi pada kembar monozigot (berasal dari satu sel
telur) di banding heterozigot (berasal dari sel telur yang berbeda).
2) Jenis kelamin
Pada umumnya pria lebih sering mengalami hipertensi dibandingkan dengan
wanita. Hal ini disebabkan pria memang banyak mempunyai faktor yang
mendorong terjadinya hipertensi seperti kelelahan, perasaan kurang nyaman
terhadap pekerjaan, pengangguran dan makan tidak terkontrol. Biasanya
wanita akan mengalami peningkatan risiko hipertensi setelah masa menopause.
3) Umur
Penyakit hipertensi adalah penyakit yang timbul akibat adanya interaksi dari
berbagai faktor risiko terhadap timbulnya hipertensi. Hilangnya elastisitas
jaringan dan aterosklerosis serta pelebaran pembuluh darah adalah faktor
penyebab hipertensi pada usia tua. Pada umumnya hipertensi pada pria terjadi
di atas usia 31 tahun sedangkan pada wanita terjadi setelah berumur 45 tahun.
E. Pencegahan Hipertensi yg meliputi
1. Diet Hipertensi
Hipertensi bisa dicegah dengan mengatur pola makan Anda sehari-hari.
Dimulai dari membatasi konsumsi gula kurang dari 50 gram per hari atau
kurang dari 4 sendok makan per hari. Kemudian, batasi konsumsi garam
menjadi kurang dari 5 gram per hari atau 1 sendok teh per hari. Pada saat
memasak gunakan garam sedikit saja dan batasi konsumsi makanan cepat saji
serta makanan olahan.
Konsumsi daging berlemak dan minyak goreng juga perlu dibatasi
menjadi kurang dari 5 sendok makan per hari. Sebagai pengganti dari daging
berlemak, konsumsilah ikan sedikitnya 3 kali seminggu untuk mencukupi
kebutuhan protein dan lemak tubuh. Tambahkan menu buah-buahan dan
sayuran menjadi 5 porsi (400-500 gram) per hari. Selain itu, rutinlah
mengecek tekanan darah Anda.
Bahan Makanan yang diperbolehkan :
Bahan makanan segar seperti : beras, ubi, mie, maizena, hunkwe, terigu, gula
pasir.Kacang-kacangan dan hasil olahnya, seperti kacang hijau, kacang merah,
kacang kolo, tempe, tahu tawar, oncom.Minyak goreng, margarine tanpa
garam, sayuran dan buah-buahan segar. Bumbu seperti : bawang merah,
bawang putih, jahe, kemiri, kunyit, kencur, laos, salam, sereh, dll
Cara Memasak yang dianjurkan :
Dalam menumis atau memasak sebaiknya menggunakan mentega atau
margarine yang tidak mengandung natrium (garam). untuk memperbaiki rasa
masakan yang tawar, dapat digunakan bumbu-bumbu seperti bawang merah,
bawang putih, gula, cuka, kunyit, daun salam, dan asam.Dengan menggoreng,
menumis, pepes, kukus atau memanggang juga dapat meninggikan /
menambah rasa masakan sehingga tidak terasa tawar.
.