Page 9 - MODUL PENDIDIKAN SEKS
P. 9

seksualitas  manusia  yang  jelas  dan  benar,  yang  meliputi  proses

            terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah  laku
            seksual,  hubungan  seksual,  dan  aspek-aspek  kesehatan,  kejiwaan
            dan kemasyarakatan.

               Masalah  pendidikan  seksual  yang  diberikan  sepatutnya
            berkaitan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, apa
            yang    dilarang,  apa  yang  dilazimkan  dan  bagaimana

            melakukannya  tanpa  melanggar  aturan-aturan  yang  berlaku  di
            masyarakat (Zainun, 2009).
              Mengapa Perlu Pendidikan Seks ?

               Sebagaimana  telah  disebutkan  bahwa  perkembangan  ilmu
            dan teknologi telah membuat dunia bagaikan “desa buana” yang
            segalanya serba transparan, mudah, dan cepat diakses oleh siapa,
            kapan,  di  mana  saja.  Informasi  dan  pengalaman  seksual  bisa

            diperoleh  secara  bebas,  telanjang,  dan  tanpa  filter.  Hal  ini  bisa
            berpengaruh  secara  psikis  bagi  anak.  Jika  anak  memperoleh
            informasi  dan  pengalaman  tentang  seks  yang  salah  akan

            membuat  beban  psikis bisa  mempengaruhi  kesehatan  seksualnya
            kelak.
               Anak-anak  memiliki  kebiasaan  menirukan  apa  yang  dilakukan
            oleh orang lain. Sementara itu, penerapan teknologi tersebut telah

            menciptakan     manusia    mesin   (l’homme    machine)    dalam
            masyarakat  modern.  Melalui  perjalanan  yang  panjang,  teknologi
            membentuk  perilaku  manusia  mesin  yang  hidupnya  hanya

            didasarkan  pada  stimulus  (S)  dan  response  (R)  sebagaimana
            digambarkan  dalam  psikologi  Behaviorism.  Pribadi  yang  asalnya





                                          9
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14