Page 199 - Demo
P. 199


                                    %uf0b7 Strategi SosialKapasitas sumber daya manusia terus ditingkatkan melalui pelatihan penggunaan aplikasi bagi pegawai dan pengelola. Sosialisasi intensif dilakukan untuk memastikan semua pengguna memahami fungsi aplikasi dan cara mengoptimalkannya.%uf0b7 Strategi ManajerialKolaborasi antar subbagian di Bagian Umum memastikan semua layanan terintegrasi dalam satu aplikasi. Selain itu, pengawasan rutin dilakukan untuk memantau kinerja aplikasi, serta evaluasi berkala untuk memperbaiki fitur sesuai kebutuhan pengguna.3. Faktor Kekuatan Internal dan Peluang Eksternal%uf0b7 Kekuatan Internalo Komitmen penuh dari Kepala Kanwil DJP DIY sebagai pemimpin inovasi.o Tim pengembang yang kompeten dan berpengalaman.o Infrastruktur teknologi yang memadai untuk mendukung operasional aplikasi.%uf0b7 Peluang Eksternalo Kesamaan karakter permasalahan di unit kerja lain memungkinkan aplikasi ini direplikasi secara luas.o Dukungan nilai-nilai Kementerian Keuangan, seperti sinergi dan profesionalisme, memperkuat keberlanjutan inovasi ini.4. Kolaborasi Pemangku KepentinganKolaborasi melibatkan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian Keuangan dan unit kerja terkait. Bagian Umum Kanwil DJP DIY berperan sebagai pengembang utama, sementara Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan telah menjadi pihak pertama yangdiperkenalkan dengan aplikasi ini melalui kegiatan diseminasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi unit kerja lain dalam mengadopsi inovasi serupa.Selain itu, kolaborasi internal dilakukan dengan seluruh subbagian di Bagian Umum untuk mengintegrasikan layanan. Pengelola aplikasi juga bekerja sama dengan tim IT untuk memastikan kelancaran teknis dan aksesibilitas aplikasi di semua unit kerja.KesimpulanAplikasi Ndalem Pajek DIY dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan di Bagian Umum melalui integrasi layanan yang sebelumnya tersebar. Dengan strategi keberlanjutan yang melibatkan penguatan sumber daya, regulasi yang mendukung, dan kolaborasi aktif antar pemangku kepentingan, aplikasi ini menjadi inovasi yang tidak hanya berhasil diterapkan tetapi juga memiliki potensi besar untuk direplikasi di unit kerja lain. Keberlanjutan aplikasi ini mendukung pencapaian Zona Integritas WBK/WBBM melalui efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan yang optimal
                                
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203