Page 199 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 199
198
kemanusiaan, nilai dan norma yang sudah mapan dan memunculkan
kondisi sosial yang anomistis, mafia kejahatan, viktimisasi struktural
dan viktimisasi fungsional sehingga setiap orang baik secara individu
dan kelompok selalu dalam ketegangan sosial sehingga menjadi
faktor kriminogen.
3. Bahwa penerapan sanksi pidana baik secara represif dan preventif
oleh putusan pengadilan tidak dapat menahan laju eskalasi kejahatan
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam masyarakat
sehingga diperlukan suatu upaya untuk merekonstruksi peran hukum
(putusan pengadilan) menjadi alat control untuk menentukan secara
represif sanksi pidana maksimal agar pelaku dan orang yang
merencanakan kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
dapat berhenti melakukan kejahatan. Upaya maksimalisasi peran
hukum tersebut merupakan upaya meningkatkan kualifikasi kejahatan
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menjadi kejahatan luar
biasa.
B. SARAN
Saran-saran yang diajukan yang terkait dengan kesimpulan adalah
sebagai berikut :
1. Sebaiknya semua ketentuan perundang-undangan yang mengatur
tindak pidana orang diregulasi ulang melalui kebijakan kriminal agar
muatan substansi hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

