Page 196 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 196

195







                        ekonomi)  sehingga  kejahatan  Tindak  Pidana  Perdagangan  Orang  (TPPO)


                        meningkat.  Selain  itu,  komponen  norma  yang  dilakukan  melalui  putusan

                        pengadilan  (sistem  hukum)  tidak  dapat  mendukung  berfungsinya  keluarga


                        dan pendidikan secara maksimal. Karena itu, semua sektor-sektor ekonomi

                        harus  dikendalikan  oleh  hukum.  Hukum  menjadi  alat  pengendali  sektor


                        ekonomi agar tidak terdistorsi oleh perilaku sosial yang dapat merusak peran

                        dan  fungsinya  dalam  masyarakat.  Dalam  kaitannya  dengan  putusan


                        pengadilan,  hukum  harus  mampu  mendistribusikan  secara  merata  hak-hak

                        ekonomi  kepada  setiap  warga,  itulah  sebabnya  sehingga  dalam  kaidah


                        hukum, termasuk kaidah hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

                        mereka  yang  menjadi  korban  Tindak  Pidana  Perdagangan  Orang  (TPPO)

                        harus  diberikan  ganti  kerugian  yang  dapat  berupa  denda  (maksimal  dan


                        minimal)  bagi  pelaku  dan  biaya  restitusi  yang  diberikan  pihak  korban.

                        Pemberian  ganti  rugi  dan  restitusi  kepada  korban  merupakan  wujud  dari


                        pemerataan  ekonomi  dan  salah  satu  fungsi  dari  pranata  ekonomi  yang

                        dijalankan oleh hukum melalui putusan pengadilan. Hanya saja dari sekian


                        banyak  putusan  pengadilan  terhadap  pelaku  Tindak  Pidana  Perdagangan

                        Orang  (TPPO)  tidak  menjadi  sarana  preventif  agar  orang  tidak  terjerumus


                        dalam  kejahatan  perdagangan  orang.  Alasan  utamanya  menurut  penulis

                        bahwa  apa  yang  diputuskan  oleh  pengadilan  berupa  sanksi  denda  dan


                        restitusi tidak sebanding dengan apa yang diperoleh pelaku (trafficker) dan

                        korban (victims) ketika terlibat dalam praktik perdagangan orang.  Sebagai

                        bahan  perbandingan  bahwa  dari  mafia  kejahatan  Tindak  Pidana
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201