Page 193 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 193

192







                        adalah  melakukan  penyimpangan  melalui  kejahatan  perdagangan  orang


                        (illegimate  means).  Kondisi  ini  dalam  pandangan  kriminologis  menghasilan

                        suatu  kondisi  sosial  yang  anomistis  yang  dalam  realitasnya  masyarakat


                        diperhadapkan  pada  situasi  ketegangan  (strain)  atau  tekanan  psikologis

                        sehingga kehidupan warga masyarakat menimbulkan banyak penyimpangan


                        perilaku  yang  menjurus  pada  kejahatan,  termasuk  di  dalamnya  kejahatan

                        perdagangan orang.


                               Berdasarkan  beberapa  uraian  tersebut  dapat  diyakini  bahwa

                        terbentuknya kondisi masyarakat yang selalu dalam tekanan dan ketegangan


                        merupakan  potensi  memunculkan  faktor  kriminogen  dalam  masyarakat.

                        Faktor  kriminogen,  terutama  yang  terkait  dengan  kejahatan  perdagangan

                        orang  beraneka  ragam  mulai  yang  dominan  sampai  yang  tidak  dominan.


                        Realitas  sosial  dan  fakta  kriminal  menunjukkan  bahwa  faktor  dominan

                        sehingga  seseorang  terjerumus  ke  dalam  kejahatan  Tindak  Pidana


                        Perdagangan  Orang  (TPPO)  adalah  faktor  kemiskinan.  Itu  artinya  bahwa

                        pranata  ekonomi  sebagai  pranata  sosial  menjadi  faktor  utama  kejahatan


                        Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

                               Dalam kajian sosiologi hukum, khususnya sosiologi kriminal, ekonomi


                        menjalankan  atau  memerankan  fungsi  integrasi  dalam  masyarakat.  Fungsi

                        pranata ekonomi dalam pandangan William Evan adalah pranata sosial yang


                        difungsikan  untuk  menjadi  motor  penggerak  aktivitas  sosial.  Dalam  kaitan

                        dengan  itu  teori  Talcott  Parson  mempertajam  fungsi  dari  komponen-

                        komponen struktur sosial sebagaimana tampak dalam Gambar 2 berikut :
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198