Page 191 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 191
190
disebabkan karena putusan pengadilan (hukum) tidak mampu
mengendalikan perilaku setiap individu dari perbuatan yang menyimpang
dari nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Asumsi dasar dari
perspektif kriminologi (penologi) tentang tidak terkendalikannya kejahatan
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam masyarakat karena
semakin melemahnya struktur sosial dalam masyarakat. Struktur sosial yang
di dalamnya terdapat pranata-pranata sosial yang saling terkait kehilangan
daya mengikatnya sehingga tidak lagi mengendalikan perilaku warganya.
Lemahnya struktur sosial sebagai faktor kriminogen kejahatan Tindak
Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam asumsi teoretik Merton terutama
yang berkaitan dengan cultural aspiration dan cultural goals. Cultural
aspiration terkait dengan tidak tersalurkannya aspirasi warga untuk
mendapatkan apa yang diinginkannya sedangan yang terkait dengan culture
goals yaitu tidak tercapainya tujuan-tujuan warga masyarakat karena tidak
tersedianya sarana yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan. Struktur
sosial yang baik adalah struktur sosial yang mampu memberikan arah dan
manfaat kepada setiap anggota masyarakat mencapai tujuan-tujuannya.
Karena itu, semakin baik struktur sosial (berfungsi) maka semakin baik pula
kondisi dan kualitas masyarakatnya demikian pula sebaliknya. Dalam kaitan
dengan eskalasi kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
dalam masyarakat menunjukkan bahwa struktur sosial tidak bekerja
sebagimana yang diharapkan warga masyarakat. Struktur sosial tidak
menjalankan peran dalam arti menyediakan sarana dan akses yang sama

