Page 188 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 188
187
pranata-pranata sosial terhadap perilaku menyimpang dalam masyarakat.
Kuatnya dukungan faktor–faktor tersebut sehingga diperlukan upaya represif
peningkatan kualifikasi delik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari
kejahatan biasa menjadi kejahatan luar biasa. Rekonstruksi ini meskipun
tidak dalam bentuk regulasi baru (sebagai langkah awal) akan tetapi melalui
putusan pengadilan yang memberikan pidana maksimal merupakan salah
satu wujud upaya refresif penanggulangan kejahatan perdagangan orang
dalam masyarakat. Bahkan, putusan pengadilan dapat menemukan hukum
baru berupa penerapan ancaman pidana mati (penafsiran dan rekonstruksi)
bagi setiap pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Untuk itu,
menganalisis fakta dan bahaya laten yang akan ditimbulkan oleh kejahatan
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maka perlu dilakukan
rekonstruksi ancaman pidana Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
secara maksimal dengan cara represif melalui putusan pengadilan yang
memberikan ancaman maksimal dan denda maksimal secara represif agar
pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) orang menjadi jera dan
tidak ikut terlibat secara langsung atau tidak langsung pada kejahatan
perdagangan orang.
2. Penerapan Sanksi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan
Upaya Preventif
Salah satu fungsi pidana adalah upaya preventif agar orang lain tidak
terlibat dalam kejahatan yang sama. Upaya preventif merupakan upaya yang
dilakukan oleh aparat penegak hukum agar kejahatan sama tidak terulang

